<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://rajariau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://rajariau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Kalapas Eko Ari Wibowo Sebut Masukan Ombudsman Pekanbaru Saran Berharga</title><link>https://rajariau.com/news/detail/872/kalapas-eko-ari-wibowo-sebut-masukan-ombudsman-pekanbaru-saran-berharga</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU – Pelayanan publik yang baik bukan sekadar tentang menjalankan prosedur dan memenuhi standar.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Lebih dari itu, pelayanan juga membutuhkan keterbukaan untuk mendengar, menerima kritik, serta berbenah demi memberikan hak&#45;hak masyarakat secara maksimal.&lt;br&gt;Semangat itulah yang mewarnai kunjungan Ombudsman Pekanbaru ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru, kemarin.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kunjungan tersebut menjadi ruang dialog sekaligus kesempatan untuk menyerap aspirasi terkait penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemasyarakatan.&lt;br&gt;Dalam audiensi tersebut, berbagai masukan dan pengalaman digali secara langsung. Tidak hanya dari petugas, tetapi juga dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan keluarga mereka sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan layanan lapas.&lt;br&gt;Berbagai aspek menjadi perhatian dalam pertemuan itu. Mulai dari keterbukaan informasi, mekanisme penyampaian pengaduan, hingga pemenuhan hak&#45;hak warga binaan dan keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;br&gt;Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, kesempatan ini bukan sekadar agenda kunjungan kelembagaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Lebih dari itu, audiensi bersama Ombudsman menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana pelayanan telah berjalan dan bagian mana yang masih perlu dibenahi.&lt;br&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, menyebutkan, setiap aspirasi, kritik, dan saran yang disampaikan merupakan bahan evaluasi yang sangat berarti bagi peningkatan kualitas pelayanan.&lt;br&gt;“Bagi kami, setiap aspirasi, kritik, dan saran yang disampaikan merupakan masukan yang sangat berharga untuk melakukan perbaikan,&quot; ujar Eko Ari Wibowo.&lt;br&gt;Menurutnya, keterbukaan terhadap masukan dari berbagai pihak merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan pemasyarakatan yang berintegritas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sebab, pelayanan yang berkualitas tidak hanya diukur dari apa yang telah dilakukan, tetapi juga dari kesediaan untuk terus memperbaiki kekurangan.&lt;br&gt;Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan secara transparan, profesional, dan akuntabel. Termasuk memastikan hak&#45;hak warga binaan maupun keluarga tetap terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.&lt;br&gt;“Kami juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan secara transparan, profesional, dan akuntabel, serta memastikan hak&#45;hak warga binaan dan keluarga tetap terpenuhi sesuai dengan aturan,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks pelayanan publik, pengawasan dari pihak eksternal seperti Ombudsman memiliki peran penting. Kehadiran lembaga pengawas ini diharapkan dapat memberikan perspektif lain sekaligus memastikan pelayanan berjalan sesuai standar dan prosedur yang telah ditetapkan.&lt;br&gt;Eko pun berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai agenda audiensi semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan di lingkungan lapas.&lt;br&gt;“Kami sangat berharap kehadiran Ombudsman dalam kegiatan ini bisa memperkuat pengawasan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memastikan setiap pelayanan berjalan sesuai standar dan prosedur yang sudah ditetapkan,” harapnya.&lt;br&gt;Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya untuk terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak.&lt;br&gt;Aspirasi petugas, warga binaan, maupun keluarga akan menjadi perhatian dalam upaya melakukan pembenahan secara berkelanjutan.&lt;br&gt;Sebab, pada akhirnya, pelayanan publik yang baik bukan hanya tentang bagaimana sebuah institusi bekerja, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari pelayanan tersebut. Dan bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, proses untuk menjadi lebih baik itu dimulai dengan kesediaan untuk mendengar. (Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/80743324896-img-20261031-wa0026.jpg"/><pubDate>Tue, 27 Oct 2026 18:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/872/kalapas-eko-ari-wibowo-sebut-masukan-ombudsman-pekanbaru-saran-berharga</guid></item><item><title>Transformasi Paradigma Restorative Justice dan Jaminan Perlindungan HAM Terpidana di Indonesia</title><link>https://rajariau.com/news/detail/871/transformasi-paradigma-restorative-justice-dan-jaminan-perlindungan-ham-terpidana-di-indonesia</link><description>&lt;p&gt;Transformasi sistem peradilan pidana di Indonesia menuntut perubahan paradigma dari pendekatan yang semata&#45;mata berorientasi pada penghukuman menuju sistem yang juga mengedepankan pemulihan, pertanggungjawaban, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Dalam konteks ini, restorative justice atau keadilan restoratif menjadi pendekatan penting untuk menyeimbangkan kepentingan korban, pelaku, dan masyarakat tanpa mengabaikan kepastian hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara yuridis, pembaruan tersebut memperoleh landasan melalui Undang&#45;Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang&#45;Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, yang berlaku sejak 2 Januari 2026. Penerapan keadilan restoratif juga perlu dipahami bersama dengan Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021, serta Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2024, sesuai ruang lingkup dan ketentuan masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, transformasi peradilan pidana harus menjamin perlindungan HAM terpidana. Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28G ayat (2) UUD 1945 menegaskan pentingnya kepastian hukum yang adil serta perlindungan dari perlakuan yang merendahkan martabat manusia. Jaminan ini diperkuat oleh Undang&#45;Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan Undang&#45;Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia dan pembinaan sebagai bagian penting dalam sistem pemasyarakatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlindungan tersebut menjadi penting karena terpidana tetap merupakan subjek hukum yang memiliki hak&#45;hak dasar. Meskipun kebebasannya dibatasi berdasarkan putusan pengadilan, negara tetap berkewajiban menjamin perlakuan yang manusiawi, akses terhadap pelayanan kesehatan, kesempatan menjalankan ibadah, serta pembinaan yang layak sesuai ketentuan peraturan perundang&#45;undangan. Pemidanaan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan diskriminasi, penyiksaan, ataupun tindakan sewenang&#45;wenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perspektif yang lebih luas, keadilan restoratif juga perlu dihubungkan dengan tujuan pemasyarakatan, yaitu mempersiapkan terpidana agar mampu memperbaiki diri dan kembali berintegrasi ke dalam masyarakat. Pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku, pendidikan, keterampilan, dan tanggung jawab sosial dapat membantu mengurangi risiko pengulangan tindak pidana. Dengan demikian, keberhasilan pemidanaan tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan hukuman, tetapi juga oleh kemampuan sistem hukum mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, keadilan restoratif tidak boleh dimaknai sebagai jalan pintas untuk menghindari pertanggungjawaban pidana. Kesepakatan damai tidak secara otomatis menghapus pidana atau membatalkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Setiap penerapannya harus memperhatikan dasar hukum, karakter tindak pidana, kepentingan korban, serta kesukarelaan para pihak. Negara juga harus mencegah agar proses perdamaian tidak berubah menjadi tekanan terhadap korban atau menjadi hak istimewa bagi pihak yang memiliki kemampuan ekonomi dan pengaruh sosial&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaannya, transformasi keadilan restoratif masih menghadapi tantangan berupa perbedaan pemahaman antaraparatur penegak hukum, keterbatasan mekanisme pengawasan, serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai hak korban dan pelaku. Oleh sebab itu, diperlukan harmonisasi kebijakan dan pedoman pelaksanaan agar keadilan restoratif tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi benar&#45;benar menghasilkan pemulihan yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, perlindungan HAM terpidana perlu menjadi bagian integral dari evaluasi penyelenggaraan pemasyarakatan. Kondisi hunian, akses pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta kesempatan mengikuti program pembinaan merupakan aspek yang perlu diperhatikan. Negara tidak hanya bertanggung jawab melaksanakan putusan pengadilan, tetapi juga memastikan bahwa pelaksanaan pidana berlangsung sesuai prinsip legalitas, proporsionalitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Persoalan lain yang tidak kalah penting ialah stigma sosial terhadap mantan terpidana. Setelah menyelesaikan pidana, seseorang kerap menghadapi hambatan dalam memperoleh pekerjaan, mengakses kesempatan pendidikan, dan membangun kembali hubungan sosial. Stigma yang berlebihan dapat menghambat reintegrasi sosial dan meningkatkan risiko seseorang kembali melakukan tindak pidana. Karena itu, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku dan penerimaan kembali mantan terpidana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perspektif negara hukum, perlindungan HAM bukanlah bentuk keberpihakan kepada pelaku dengan mengesampingkan korban. Sebaliknya, prinsip tersebut merupakan batas konstitusional bagi penggunaan kekuasaan negara. Korban berhak memperoleh perlindungan dan pemulihan, masyarakat berhak atas keamanan, sedangkan terpidana berhak menjalani pidana secara manusiawi sesuai ketentuan hukum. Ketiga kepentingan ini harus ditempatkan secara proporsional agar penegakan hukum tidak terjebak pada pembalasan semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, diperlukan konsistensi aparat penegak hukum dalam menerapkan prinsip keadilan restoratif dan perlindungan HAM. Pengawasan yang efektif, peningkatan pemahaman mengenai hak korban dan terpidana, serta evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan menjadi bagian penting dari pembaruan sistem peradilan pidana. Penegakan hukum harus mampu memberikan kepastian sekaligus menjamin bahwa setiap orang diperlakukan secara adil sesuai hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, transformasi paradigma restorative justice dan perlindungan HAM terpidana merupakan dua agenda yang saling melengkapi dalam membangun sistem peradilan pidana yang berkeadilan. Keadilan tidak cukup diukur dari beratnya hukuman atau jumlah perkara yang diselesaikan, tetapi juga dari pemulihan korban, pertanggungjawaban pelaku, pencegahan pengulangan tindak pidana, dan penghormatan terhadap martabat manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keadilan yang ideal bukanlah keadilan yang sekadar menghukum, melainkan keadilan yang mampu memulihkan, melindungi, dan menjamin bahwa penegakan hukum tetap berjalan dalam koridor hak asasi manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menulis : Ferry Irawan, Aidhil Nur Putra, &amp;amp; Muhammad Relyan Saputra)&lt;br&gt;Mahasiswa Magister Ilmu Hukum, Universitas Lancang Kuning Pekanbaru..(***)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/64303458580-img-20261026-wa0026.jpg"/><pubDate>Mon, 26 Oct 2026 23:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/871/transformasi-paradigma-restorative-justice-dan-jaminan-perlindungan-ham-terpidana-di-indonesia</guid></item><item><title>PT Permata Kencana Utama Hormati Hasil Mediasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara</title><link>https://rajariau.com/news/detail/870/pt-permata-kencana-utama-hormati-hasil-mediasi-dengan-pt-agrinas-palma-nusantara</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45;&#45;Terkait pengelolaan lahan eks PT Mutiara Naga Indonesia (MNI) di Kota Pekanbaru, PT Permata Kencana Utama (PKU) menyatakan menerima dan menghormati hasil mediasi dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).&amp;nbsp;&lt;br&gt;Hasil mediasi pada 20 Oktober 2026 itu menyatakan pengelolaan lahan selanjutnya akan diambil alih langsung oleh Agrinas.&lt;br&gt;Direktur PT PKU, Rory mengatakan, pertemuan tersebut membahas kelanjutan pengelolaan lahan eks PT MNI, termasuk status penugasan kedua perusahaan yang sebelumnya terlibat dalam pengelolaan lokasi tersebut. PT PKU dan PT MNI sama&#45;sama telah menerima surat pemutusan penugasan.&lt;br&gt;&quot;Atas dasar itu, PT PKU menyatakan menghormati keputusan yang dibahas dalam mediasi yang difasilitasi oleh Agrinas,” ujar Rory.&lt;br&gt;Dalam forum mediasi tersebut disampaikan bahwa pengelolaan lahan eks PT MNI selanjutnya akan dilakukan secara langsung oleh PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Keputusan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut setelah pemutusan penugasan terhadap PT PKU dan PT MNI.&lt;br&gt;&quot;PT PKU menyatakan menerima hasil pembahasan itu dan menghormati proses pengelolaan selanjutnya yang akan dijalankan Agrinas,&quot; ucap Rory.&lt;br&gt;Selain menyampaikan sikap terkait hasil mediasi, Rory menegaskan komitmen PT PKU untuk mendukung program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.&lt;br&gt;“PT PKU siap mendukung program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,” tegas Rory.&lt;br&gt;Perkembangan selanjutnya terkait pengelolaan lahan tersebut berada dalam proses tindak lanjut Agrinas sesuai keputusan yang disampaikan dalam mediasi. Informasi mengenai pelaksanaan pengambilalihan dan pengaturan teknis pengelolaan selanjutnya belum dirinci dalam keterangan PT PKU yang disampaikan.&lt;br&gt;&quot;Sikap PT PKU ini menandai posisi resmi perusahaan setelah menerima surat pemutusan penugasan, sekaligus menegaskan penerimaan terhadap hasil mediasi yang berlangsung di Pekanbaru pada 20 Oktober 2026,&quot; tutur Rory.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/69589191586-img_20261026_224247.jpg"/><pubDate>Wed, 21 Oct 2026 22:48:41 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/870/pt-permata-kencana-utama-hormati-hasil-mediasi-dengan-pt-agrinas-palma-nusantara</guid></item><item><title>Merajut Hidayah di Balik Jeruji, Tausiah UAS Gugah Hati 1.900 Warga Binaan Lapas Pekanbaru</title><link>https://rajariau.com/news/detail/869/merajut-hidayah-di-balik-jeruji-tausiah-uas-gugah-hati-1900-warga-binaan-lapas-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Suasana haru dan khidmat menyelimuti lapangan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, saat 1.900 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti tabligh akbar bersama dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS), Rabu (21/10).&lt;br&gt;Mengusung tajuk “Merajut Hidayah di Balik Jeruji”, kegiatan keagamaan ini menjadi lebih dari sekadar siraman rohani.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Di tengah masa pembinaan yang dijalani, para warga binaan diajak kembali menumbuhkan keyakinan bahwa masa lalu bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan bagian dari proses menuju perubahan yang lebih baik.&lt;br&gt;Dengan penuh perhatian, ribuan warga binaan menyimak setiap pesan yang disampaikan UAS.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Tausiah demi tausiah mengalir, membawa pesan tentang pertobatan, harapan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri.&lt;br&gt;Di hadapan para warga binaan, UAS mengajak mereka menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Menurutnya, setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah selama masih memiliki kemauan dan tidak berputus asa dari rahmat&#45;Nya.&lt;br&gt;Masa lalu, tegas UAS, tidak seharusnya menjadi alasan bagi seseorang untuk berhenti berharap. Sebab, pintu ampunan dan kesempatan memperbaiki diri selalu terbuka bagi siapa pun yang bersungguh&#45;sungguh ingin bertobat.&lt;br&gt;“Jangan pernah merasa terasing dari masyarakat. Kehadiran saya di sini adalah bukti nyata bahwa saudara&#45;saudara di luar sana, termasuk kami, masih peduli dan memperhatikan seluruh perkembangan saudara kami di dalam lapas,” seru UAS.&lt;br&gt;Pesan tersebut menjadi pengingat, bahwa meski terpisah oleh tembok dan jeruji besi, para warga binaan tetap menjadi bagian dari masyarakat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Mereka tidak kehilangan hak untuk berharap, memperbaiki diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.&lt;br&gt;Lebih jauh, UAS menegaskan, hidayah bukanlah sesuatu yang hanya bisa ditemukan di luar penjara. Di mana pun seseorang berada, kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta tetap terbuka.&lt;br&gt;“Temukan hidayah itu di sini, karena pintu hidayah tidak pernah tertutup untuk siapa pun. Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba&#45;Nya yang bersungguh&#45;sungguh ingin bertobat,” pesannya.&lt;br&gt;Bagi para warga binaan yang tengah menjalani masa pidana, pesan tersebut menghadirkan makna tersendiri. Di balik keterbatasan ruang gerak, masih ada kesempatan untuk membenahi hati, memperkuat iman, dan menyiapkan langkah baru ketika kelak kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Menanam Harapan di Balik Tembok Lapas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, mengaku bangga atas kehadiran UAS dalam kegiatan pembinaan kerohanian tersebut.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Dia berharap tabligh akbar ini dapat menjadi sumber semangat baru bagi warga binaan sekaligus memperkuat pembinaan spiritual yang dijalankan di dalam lapas.&lt;br&gt;Menurut Eko, proses pemasyarakatan tidak semata&#45;mata berkaitan dengan pelaksanaan hukuman. Lebih dari itu, pembinaan juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi, membangun karakter, dan mempersiapkan diri agar dapat kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara positif.&lt;br&gt;“Dengan kehadiran UAS ini, kami ingin mereka tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat nanti,” harap Eko.&lt;br&gt;Harapan itu sejalan dengan semangat yang diusung dalam tabligh akbar tersebut. Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesadaran sederhana untuk mengakui kesalahan, memperbaiki diri, dan bertekad tidak mengulangi masa lalu.&lt;br&gt;Karena itu, pembinaan kerohanian menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kesiapan mental dan spiritual warga binaan selama menjalani masa pidana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Doa Mengiringi Harapan untuk Pulang&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Rangkaian tabligh akbar ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh UAS. Suasana haru menyelimuti lapangan ketika para warga binaan menengadahkan tangan, memohon ampunan, keteguhan hati, serta kekuatan untuk menjalani sisa masa pembinaan.&lt;br&gt;Di antara doa&#45;doa yang terucap, tersimpan harapan untuk dapat menata kehidupan kembali dan suatu hari berkumpul bersama keluarga. Bagi mereka, keluarga bukan hanya tempat untuk pulang, tetapi juga bagian dari masa depan yang ingin diperjuangkan.&lt;br&gt;Momen tersebut menjadi penutup yang sarat makna. Di balik jeruji, harapan untuk menjadi manusia yang lebih baik tetap tumbuh. Masa pidana yang dijalani diharapkan tidak sekadar menjadi waktu untuk menunggu kebebasan, tetapi juga kesempatan untuk membangun kesadaran dan memperkuat nilai&#45;nilai kehidupan.&lt;br&gt;Melalui program pembinaan kerohanian seperti ini, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap warga binaan semakin kuat secara mental dan spiritual, serta memiliki motivasi untuk memperbaiki diri.&lt;br&gt;Sebab, ketika masa pembinaan berakhir, tantangan sesungguhnya adalah membawa perubahan itu ke dalam kehidupan sehari&#45;hari. Dengan bekal iman, kemauan untuk berubah, dan dukungan masyarakat, para warga binaan diharapkan mampu membuka lembaran baru dan kembali berperan positif di tengah lingkungan sosialnya.&lt;br&gt;Di balik jeruji yang membatasi langkah, tabligh akbar itu menyampaikan satu pesan yang kuat: setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah, dan harapan untuk memulai kembali tidak pernah sepenuhnya hilang. (Van).&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/73040942212-img-20261021-wa0006.jpg"/><pubDate>Wed, 21 Oct 2026 22:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/869/merajut-hidayah-di-balik-jeruji-tausiah-uas-gugah-hati-1900-warga-binaan-lapas-pekanbaru</guid></item><item><title>Dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Merajut Harapan Lewat Sentuhan Pijat Tradisional</title><link>https://rajariau.com/news/detail/868/dari-balik-jeruji-lapas-kelas-iia-pekanbaru-merajut-harapan-lewat-sentuhan-pijat-tradisional</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Jumat (16/10/2026) berbeda dari biasanya.&lt;br&gt;Adalah sejumlah warga binaan tampak serius mempelajari teknik pijat badan tradisional. Jemari mereka bergerak mengikuti arahan instruktur.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sesekali, mereka memperhatikan dengan saksama, memastikan setiap teknik dilakukan dengan benar.&lt;br&gt;Bagi mereka, hari itu bukan sekadar hari untuk mengikuti pelatihan. Ada harapan yang perlahan dirajut dari setiap gerakan tangan, harapan untuk memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, dan memulai kehidupan baru setelah kembali ke tengah masyarakat.&lt;br&gt;Hari itu, Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pesona menggelar pelatihan teknik pijat badan tradisional bagi warga binaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Program ini menjadi bagian dari upaya membekali mereka dengan keterampilan produktif agar memiliki peluang lebih besar untuk menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti.&lt;br&gt;Di balik pelatihan sederhana tersebut, tersimpan persoalan yang tidak sederhana. Bagi seseorang yang pernah menjalani hukuman, kembali ke masyarakat bukan selalu perkara mudah. Selain harus menata kembali kehidupan, mereka juga dihadapkan pada tantangan mencari pekerjaan dan menghadapi stigma yang masih melekat pada mantan narapidana.&lt;br&gt;Karena itu, keterampilan praktis seperti pijat tradisional diharapkan menjadi salah satu jalan untuk membuka pintu kesempatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bekal Masa Depan&lt;br&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, memandang pelatihan ini sebagai bagian penting dari pembinaan kemandirian warga binaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Menurutnya, masa menjalani hukuman semestinya juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.&lt;br&gt;Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan selama berada di dalam lapas, tetapi benar&#45;benar dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat.&lt;br&gt;&quot;Saya berpikir, pelatihan ini akan sangat berguna bagi rekan&#45;rekan di saat bebas nanti ataupun menjelang bebas, karena di sini dilatih, mendapat sertifikat dan ketika bebas rekan&#45;rekan sudah punya ilmunya. Modal untuk usaha seperti ini saya rasa tidak terlalu besar,&quot; kata Eko.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, keterampilan pijat tradisional memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Peserta dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk bekerja di tempat layanan pijat dan kebugaran, maupun merintis usaha sendiri dari rumah.&lt;br&gt;Peluang itu menjadi penting, terutama bagi warga binaan yang mungkin tidak memiliki banyak pilihan ketika kembali mencari pekerjaan. Dengan keterampilan yang dapat dipraktikkan secara langsung, mereka diharapkan memiliki alternatif untuk membangun kehidupan yang lebih baik.&lt;br&gt;&quot;Semoga jadi ilmu yang bermanfaat dan berguna untuk rekan&#45;rekan warga binaan,&quot; lanjutnya.&lt;br&gt;Bagi Eko, pembinaan bukan semata&#45;mata tentang bagaimana seseorang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang apa yang bisa dibawanya ketika masa itu berakhir.&lt;br&gt;Sebab, kebebasan akan terasa lebih berarti ketika seseorang memiliki kesempatan untuk memulai kembali dengan kemampuan dan keyakinan pada dirinya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepedulian yang Membuka Kesempatan&lt;br&gt;Harapan serupa datang dari Ketua LPK Pesona, Ernany Rahayu, yang akrab disapa Nany. Keterlibatan lembaganya dalam pelatihan ini menjadi bentuk kepedulian sosial melalui berbagi pengetahuan dan keterampilan.&lt;br&gt;Nany berharap, kesempatan belajar yang diberikan kepada warga binaan dapat menjadi bekal nyata ketika mereka kembali menjalani kehidupan di luar lapas.&lt;br&gt;&quot;Melalui pelatihan ini, kami ingin berbagi pengetahuan dan keterampilan yang mudah&#45;mudahan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,&quot; ujar Nany.&lt;br&gt;Ia menilai, keterampilan yang bisa diterapkan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri dapat membantu warga binaan membangun masa depan yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari sekadar mengajarkan teknik pijat, pelatihan ini juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani hukuman.&lt;br&gt;&quot;Kami berharap keterampilan ini dapat membuka peluang bagi mereka untuk bekerja maupun membangun usaha sendiri. Bagi kami, memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang merupakan salah satu bentuk kepedulian agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,&quot; paparnya.&lt;br&gt;Kesempatan semacam ini menjadi berarti ketika warga binaan tidak hanya dipandang dari kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi juga dari kemampuan yang masih dapat mereka kembangkan.&lt;br&gt;Mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan membuktikan bahwa masa lalu tidak harus menentukan seluruh perjalanan hidup seseorang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abas dan Harapan untuk Memulai Kembali&lt;br&gt;Di antara peserta pelatihan, Abas menyimpan harapan sederhana: kembali ke masyarakat dengan membawa sesuatu yang berguna.&lt;br&gt;Baginya, mengikuti pelatihan pijat tradisional merupakan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Sesuatu yang mungkin dapat menjadi jalan untuk mencari nafkah setelah ia bebas nanti.&lt;br&gt;Abas mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Ia berharap, ilmu yang dipelajarinya tidak hanya menjadi pengalaman selama berada di dalam lapas, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari&#45;hari kelak.&lt;br&gt;&quot;Saya merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Mudah&#45;mudahan setelah bebas nanti, keterampilan ini bisa saya gunakan untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri,&quot; ujar Abas.&lt;br&gt;Keinginannya terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang besar. Ia ingin kembali ke tengah masyarakat bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan bekal yang dapat membantunya menata kehidupan.&lt;br&gt;&quot;Saya ingin kembali ke masyarakat dengan bekal yang bermanfaat dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,&quot; ungkapnya.&lt;br&gt;Harapan Abas menjadi gambaran tentang arti pembinaan bagi warga binaan. Di balik masa lalu yang tidak selalu mudah, masih ada keinginan untuk memperbaiki diri dan kesempatan untuk membangun masa depan.&lt;br&gt;Keterampilan yang dipelajari hari ini mungkin belum langsung menjamin pekerjaan atau penghasilan. Namun, setidaknya, ada bekal yang dapat dibawa pulang dan dikembangkan menjadi peluang ketika kesempatan itu datang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tantangan warga binaan tidak selalu berakhir ketika pintu lapas terbuka. Di luar sana, mencari pekerjaan bisa menjadi perjuangan tersendiri, terlebih ketika stigma terhadap mantan narapidana masih membatasi kesempatan mereka.&lt;br&gt;Dalam situasi tersebut, program pembinaan keterampilan memiliki peran penting. Pelatihan menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan kebutuhan warga binaan akan bekal hidup dengan peluang yang dapat mereka kembangkan setelah bebas.&lt;br&gt;Tentu, keterampilan saja tidak serta&#45;merta menghapus seluruh hambatan. Dukungan keluarga, penerimaan masyarakat, dan terbukanya kesempatan kerja juga dibutuhkan agar proses kembali ke kehidupan sosial dapat berjalan lebih baik.&lt;br&gt;Namun, setiap keterampilan baru dapat menjadi titik awal. Dari kemampuan yang diasah selama menjalani masa pidana, seseorang memiliki peluang untuk membangun kepercayaan diri, mencari penghidupan, dan kembali berkontribusi bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.&lt;br&gt;Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan program selama warga binaan menjalani hukuman. Lebih dari itu, pembinaan harus mampu mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi kehidupan setelah bebas.&lt;br&gt;Di balik jeruji, jemari para peserta kini belajar menghadirkan keterampilan baru. Kelak, jemari yang sama diharapkan menjadi jalan untuk mencari nafkah, membangun usaha, dan menata kembali kehidupan.&lt;br&gt;Sebab, kesempatan kedua tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Terkadang, ia bermula dari sebuah pelatihan sederhana, ilmu yang dipelajari dengan tekun, dan keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan. (Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/6508979215-img_20261017_174811.jpg"/><pubDate>Fri, 16 Oct 2026 22:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/868/dari-balik-jeruji-lapas-kelas-iia-pekanbaru-merajut-harapan-lewat-sentuhan-pijat-tradisional</guid></item><item><title>Lapas Pekanbaru Perkuat Komitmen Pembinaan Humanis, Menuju Pemasyarakatan yang Semakin Maju</title><link>https://rajariau.com/news/detail/867/lapas-pekanbaru-perkuat-komitmen-pembinaan-humanis-menuju-pemasyarakatan-yang-semakin-maju</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Poses pembinaan di Lapas tidak hanya berbicara tentang menjalani masa pidana.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ada harapan tentang perubahan, kesempatan untuk memperbaiki diri, serta masa depan yang lebih baik bagi setiap warga binaan.&lt;br&gt;Semangat itulah yang terus diperkuat jajaran Pemasyarakatan. Salah satunya melalui penguatan koordinasi dan penyelarasan program pembinaan yang dilakukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.&lt;br&gt;Pada Selasa (6/10/2027) lalu, Ditjenpas menggelar Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) serta Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Pembentukan Pusat Rehabilitasi dan Reedukasi bagi Warga Binaan. Kegiatan tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran Pemasyarakatan dari berbagai daerah.&lt;br&gt;Dari Riau, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau dan jajaran pimpinan, mengikuti kegiatan dari Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.&lt;br&gt;Sementara itu, para pejabat struktural Lapas Kelas IIA Pekanbaru turut mengikuti rapat secara virtual dari Aula Lapas Kelas IIA Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat tersebut dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bersama jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.&lt;br&gt;Bagi Eko Ari Wibowo, forum tersebut bukan sekadar agenda koordinasi rutin. Lebih dari itu, rapat menjadi ruang untuk menyatukan persepsi dan memastikan setiap kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dapat diterjemahkan secara nyata hingga ke satuan kerja.&lt;br&gt;Menurutnya, penguatan koordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan berjalan searah.&lt;br&gt;&quot;Pastinya, semua arahan yang diterima dalam rapat kemarin, akan segera diterapkan di Lapas Pekanbaru. Tujuannya, agar seluruh program kerja yang dijalankan oleh kementerian, segera diaplikasikan di Lapas Pekanbaru,&quot; ujar Eko Ari Wibowo.&lt;br&gt;Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Pekanbaru untuk terus menyelaraskan langkah dengan kebijakan pimpinan pusat. Terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat integritas jajaran Pemasyarakatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di titik inilah pembinaan warga binaan menjadi bagian penting. Sebab, keberhasilan Pemasyarakatan tidak semata diukur dari bagaimana warga binaan menjalani masa pidananya, tetapi juga dari seberapa jauh proses pembinaan mampu mendorong lahirnya perubahan positif.&lt;br&gt;Karena itu, pembinaan diharapkan semakin mengedepankan pendekatan yang humanis dan produktif. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan selama berada di dalam Lapas, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.&lt;br&gt;&quot;Muaranya, menghadirkan pembinaan warga binaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan positif demi mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju,&quot; katanya.&lt;br&gt;Bagi jajaran Lapas Pekanbaru, semangat tersebut kemudian diterjemahkan dalam satu tekad: bekerja dalam satu arah, satu komitmen, dan satu langkah.&lt;br&gt;&quot;Semangat satu arah, satu komitmen, dan satu langkah, kami Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang maksimal,&quot; tambah Eko.&lt;br&gt;Komitmen itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan Pemasyarakatan memiliki dimensi yang lebih luas. Di dalamnya terdapat tanggung jawab untuk memberikan pelayanan secara profesional, memperlakukan warga binaan secara humanis, serta menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.&lt;br&gt;Lapas Pekanbaru pun menegaskan akan terus menjalankan tugas Pemasyarakatan dengan prinsip tersebut.&lt;br&gt;&quot;Pastinya kami ingin bersama&#45;sama mewujudkan Pemasyarakatan yang semakin maju pula,&quot; papar Eko.&lt;br&gt;Dari ruang rapat virtual hingga pelaksanaan tugas sehari&#45;hari di balik tembok Lapas, pesan yang dibawa tetap sama:&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pembinaan harus terus bergerak menuju perubahan. Sebuah proses yang tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi bermuara pada harapan agar warga binaan mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat. (rls/LP)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/82188990435-img-20261007-wa0020.jpg"/><pubDate>Wed, 07 Oct 2026 20:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/867/lapas-pekanbaru-perkuat-komitmen-pembinaan-humanis-menuju-pemasyarakatan-yang-semakin-maju</guid></item><item><title>Razia Malam Tim Gabungan di Balik Tembok Lapas Kelas IIA Pekanbaru</title><link>https://rajariau.com/news/detail/866/razia-malam-tim-gabungan-di-balik-tembok-lapas-kelas-iia-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Malam mulai turun ketika aktivitas di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, belum benar&#45;benar berhenti, Rabu (23/9/2026), sekitar pukul 19.00 WIB, petugas gabungan memasuki blok&#45;blok hunian untuk melakukan penggeledahan.&lt;br&gt;Hingga pukul 22.30 WIB, lima blok hunian diperiksa satu per satu. Di balik pintu kamar dan sudut&#45;sudut blok, petugas menemukan puluhan benda di lingkungan hunian warga binaan.&lt;br&gt;Ya, razia itu melibatkan petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Riau, Brimob Polda Riau, Polresta Pekanbaru, Polsek Bukit Raya, Koramil 05 Sail, serta BNNK Pekanbaru.&lt;br&gt;Satu per satu barang temuan dikumpulkan. Ada senjata tajam rakitan hingga benda&#45;benda sehari&#45;hari yang berpotensi disalahgunakan.&lt;br&gt;Petugas menemukan tujuh senjata tajam rakitan, enam potongan kaca, 13 potongan besi, delapan gunting, 18 pisau cukur, 16 gunting kuku, dan 23 sendok.&lt;br&gt;Tak berhenti di sana. Sebanyak 34 mancis, empat elemen, enam cok sambung, satu kompor listrik, enam botol parfum berbahan kaca, lima kabel bekas, satu spatula besi, dan satu tali tembaga turut diamankan.&lt;br&gt;Bagi petugas, temuan tersebut bukan sekadar benda&#45;benda yang dikumpulkan dalam sebuah razia. Keberadaannya menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di dalam lapas.&lt;br&gt;“Dalam razia gabungan ini, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam blok hunian. Seluruh barang temuan kemudian dicatat dalam berita acara dan selanjutnya dilakukan pemusnahan,” kata Kabid Perawatan, Pengamanan dan Patnal Kanwil Ditjenpas Riau, Nimrot Sihotang.&lt;br&gt;Namun, malam itu bukan hanya tentang penggeledahan. Di sela&#45;sela pemeriksaan blok hunian, petugas juga melakukan tes urine terhadap 100 warga binaan yang dipilih secara acak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.&lt;br&gt;Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkotika.&lt;br&gt;“Langkah ini untuk mendeteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika. Dari hasil pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif,” sebut Nimrot.&lt;br&gt;Razia gabungan itu berlangsung tertib dan lancar. Setelah pemeriksaan selesai, petugas juga memberikan sosialisasi kepada warga binaan mengenai berbagai larangan di dalam lapas, termasuk penggunaan narkoba, kepemilikan handphone, serta praktik penipuan online.&lt;br&gt;Barang&#45;barang hasil penggeledahan kemudian dicatat dalam berita acara temuan. Seluruh proses disaksikan petugas sebelum barang tersebut dimusnahkan.&lt;br&gt;Langkah itu tidak berhenti pada satu malam razia.&lt;br&gt;Kanwil Ditjenpas Riau selanjutnya mengarahkan seluruh unit pelaksana teknis, untuk rutin melakukan penggeledahan dengan melibatkan aparat penegak hukum lainnya.&lt;br&gt;Katanya, di balik tembok lapas ini, pengawasan harus terus berjalan. Sebab bagi petugas, menjaga keamanan bukan hanya soal menemukan barang terlarang setelah masuk ke dalam blok.&lt;br&gt;Tapi juga memastikan berbagai potensi gangguan, dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin.(Vn).&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/68910522264-img_20260924_160727.jpg"/><pubDate>Thu, 24 Sep 2026 13:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/866/razia-malam-tim-gabungan-di-balik-tembok-lapas-kelas-iia-pekanbaru</guid></item><item><title>TANSATI Dampingi Penuh PT PIR Secara Pro Bono</title><link>https://rajariau.com/news/detail/865/tansati-dampingi-penuh-pt-pir-secara-pro-bono</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU— Kantor Advokat dan Konsultan Hukum TANSATI menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum kepada (Perseroda) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) &amp;nbsp;secara pro bono.&lt;br&gt;Ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial profesi advokat terhadap satu BUMD Provinsi Riau yang kini sedang menghadapi berbagai persoalan, termasuk tekanan keuangan perseroan.&lt;br&gt;Pendampingan tersebut dilakukan oleh Rinaldi SH S Sos, Muhamad Nurlatif SH MH, Dede Ilham SH MH, dan Nofriadi Chandra Andesip SH, selaku Advokat dan Konsultan Hukum pada Kantor Advokat TANSATI.&lt;br&gt;Berdasarkan Surat Kuasa Khusus yang diberikan oleh Direktur PT PIR, para advokat TANSATI memperoleh kewenangan untuk mewakili dan mempertahankan kepentingan hukum PT PIR dalam perkara&#45;perkara Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pendampingan tersebut juga tidak menutup kemungkinan untuk menangani persoalan hukum lain yang dihadapi perseroan sesuai kebutuhan dan kewenangan yang diberikan.&lt;br&gt;Keputusan memberikan jasa hukum secara pro bono, tanpa membebankan honorarium jasa profesional kepada PT PIR, merupakan bentuk kepedulian para advokat TANSATI untuk turut membantu meringankan beban perseroan di tengah kondisi keuangan yang sedang dihadapi.&lt;br&gt;“Kami melihat PT PIR bukan semata&#45;mata sebagai sebuah perseroan, tetapi sebagai BUMD milik masyarakat Riau. Ketika sebuah BUMD sedang menghadapi persoalan keuangan dan pada saat yang sama harus menghadapi berbagai persoalan hukum, kami merasa profesi advokat juga memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut membantu,” ujar Rinaldi SH S Sos, Managing Partner Kantor Advokat TANSATI, melalui sambungan telepon, Jumat (11/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetap Profesional dan Independen&lt;br&gt;Menurut Rinaldi, pendampingan secara pro bono sama sekali tidak mengurangi standar profesionalitas maupun kualitas pembelaan hukum yang diberikan kepada PT PIR.&lt;br&gt;Setiap perkara, kata dia, tetap akan ditangani dengan mengedepankan prinsip kehati&#45;hatian, profesionalisme, independensi advokat, serta kepentingan hukum terbaik bagi perseroan.&lt;br&gt;Surat Kuasa Khusus Nomor SKK.PHI/TANSATI/IX/2026/049 memberikan kewenangan kepada para advokat TANSATI untuk membela PT PIR sebagai tergugat dalam salah satu perkara PHI, termasuk mengajukan jawaban, eksepsi, duplik, kesimpulan, alat bukti, saksi dan/atau ahli.&lt;br&gt;Sementara itu, Surat Kuasa Khusus Nomor SKK.PHI/TANSATI/IX/2026/050 memberikan kewenangan serupa dalam perkara PHI lainnya yang saat ini juga sedang dihadapi PT PIR.&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan Sekadar Memenangkan Perkara&lt;br&gt;Rinaldi menegaskan, semangat utama pendampingan hukum tersebut bukan semata&#45;mata untuk memenangkan perkara, melainkan menjaga dan menyelamatkan kepentingan hukum serta aset PT PIR sebagai BUMD Provinsi Riau.&lt;br&gt;“PT PIR memiliki sejarah, aset, hak, piutang, kontrak serta berbagai kepentingan bisnis yang harus dijaga. Dalam kondisi perusahaan sedang membutuhkan pemulihan, yang diperlukan bukan hanya pembelaan di ruang sidang, tetapi juga langkah hukum yang terukur untuk memastikan hak&#45;hak perseroan tidak hilang dan potensi recovery dapat dimaksimalkan,” katanya.&lt;br&gt;Ia menilai keberadaan BUMD memiliki arti penting bagi perekonomian daerah. Karena itu, berbagai persoalan hukum yang berpotensi membebani BUMD harus ditangani secara serius agar tidak semakin memperburuk kondisi keuangan perusahaan.&lt;br&gt;Menurutnya, pendampingan pro bono tersebut sekaligus merupakan bentuk kontribusi profesi hukum terhadap daerah.&lt;br&gt;Para advokat TANSATI berharap PT PIR dapat melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari penyelesaian kewajiban secara proporsional hingga upaya mengejar dan memulihkan hak, piutang, serta aset perseroan yang secara hukum masih dapat dipertahankan atau ditagihkan kepada pihak lain.&lt;br&gt;“Prinsip kami sederhana. Ketika masih ada hak PT PIR yang bisa diselamatkan, maka hak itu harus diperjuangkan. Ketika ada kewajiban yang memang secara hukum harus diselesaikan, maka penyelesaiannya harus dilakukan secara adil, terukur dan tidak semakin membebani perseroan,” tegas Rinaldi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momentum Pembenahan dan Pemulihan&lt;br&gt;Para kuasa hukum PT PIR tersebut berkedudukan pada Kantor Advokat TANSATI di Graha Boulevard Summarecon Serpong, Jl. Gading Serpong Boulevard BVA1, Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten, serta kantor di Jalan M. Yamin/Jalan Mohd. Ali No. 116, Pekanbaru, Provinsi Riau.&lt;br&gt;Melalui pendampingan tersebut, TANSATI berharap berbagai persoalan yang tengah dihadapi PT PIR dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh, antara lain melalui legal audit, pemetaan kewajiban, penagihan piutang, pemulihan aset, serta pembenahan tata kelola perusahaan.&lt;br&gt;Langkah tersebut diharapkan dapat membantu PT PIR melakukan pemulihan secara bertahap sehingga perusahaan daerah tersebut dapat kembali menjalankan fungsi bisnisnya secara sehat, menjaga aset dan kepentingan perseroan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi Provinsi Riau. (rilis)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/76311348668-img-20260911-wa0003.jpg"/><pubDate>Fri, 11 Sep 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/865/tansati-dampingi-penuh-pt-pir-secara-pro-bono</guid></item><item><title>Aktivis: Periksa Oknum Direksi Agrinas atau Bubarkan Satgas PKH!</title><link>https://rajariau.com/news/detail/864/aktivis-periksa-oknum-direksi-agrinas-atau-bubarkan-satgas-pkh</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU , RAJARIAU&#45; Sekelompok aktivis menuntut Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) segera dibubarkan karena sejumlah penunjukan mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara terhadap Kebun Kelapa Sawit hasil sitaan Satgas terindikasi hasil persekongkolan oleh oknum Direksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut mereka, kerja keras Satgas PKH yang berhasil menyita kembali kebun sawit di lahan negara akan sia&#45;sia jika kebun tersebut dikelola dengan tidak becus oleh Agrinas yang diisi oknum tidak pro visi Presiden.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuntutan ini, besok, 11 September 2026, akan disampaikan langsung ke Kejaksaan selaku Penegak Hukum sekaligus Koordinator Satgas PKH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut kelompok yang menamakan diri Jaringan Aktivis Penjaga Aset Negara dari Oligarki disingkat JANGAN OLIGARKI ini, Kejaksaan jangan membiarkan masalah KSO berlarut&#45;larut tanpa ada penegakan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kejaksaan selain bagian dari Satgas PKH tugas pokoknya adalah sebagai Penegak Hukum. Oleh sebab itu, kami minta Kejaksaan segera periksa oknum Direksi Agrinas yang mengutak&#45;atik SK (Surat Keputusan) Penunjukan atau Penugasan KSO. Jika itu tidak dilakukan, maka, kami minta Satgas PKH sebaiknya dibubarkan. Kita akan suarakan besok,&quot; ungkap Juru Bicara JANGAN OLIGARKI, Ali Junjung, Kamis, 11 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ali mengatakan, hasil kerja Satgas PKH melaksanakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 yang berhasil merebut kekayaan alam dari penguasaan Oligarki secara ilegal, akan menjadi sia&#45;sia jika oknum Agrinas malah dibiarkan &apos;main mata&apos; dengan Oligarki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dijelaskannya, Agrinas, yang digadang&#45;gadang sebagai pioneer terpercaya dalam mengelola sumber daya alam yang selama ini dikuasai oligarki secara ilegal, semakin melenceng dari tujuan awal pendirian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Perombakan Direksi ternyata tak membuat Tata Kelola KSO kebun kelapa sawit hasil sitaan Satgas PKH semakin membaik. Aksi merubah atau utak&#45;atik SK KSO atau Penugasan Sementara oleh oknum Direksi dibiarkan terjadi dan semakin merajela. SK Penugasan malah dibagikan ke kawan&#45;kawan mereka bahkan pemain lama. Presiden dikelabuhi,&quot; ungkap Ali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mata aktivis JANGAN OLIGARKI menyorot sosok Direktur Operasional PT Agrinas Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Nofil Anoverta. Dikatakan, sejak awal penunjukan sosok Tuhu sebagai Direktur Operasional sangat aneh jika dilihat dari rekam jejaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Cek saja di Media Nasional. Disitu dimuat Tuhu Bangun saat masih berdinas di BUMN PTPN 5 pernah diperiksa kasus Perumahan Karyawan. Ia disebut menjual lahan PTPN 5 ke Pengusaha bernama Edi Djohan sebagai Developer Perumahan. &amp;nbsp;Kita tidak tahu ujung perkara itu apakah naik penyidikan atau dihentikan. Apakah kita percaya Tuhu Bangun dan Edi Djohan tidak bermitra lagi di Agrinas? Nanti akan kita ungkap!,&quot; kata Ali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, rekam jejak akhirnya terbukti memperlihatkan kinerja Tuhu yang kerap merubah SK KSO. Bahkan, terindikasi pemain lama yang ditunjuk sebagai KSO. Tindakan ini, menurut Ali, seharusnya diawasi oleh Direktur Kepatuhan dan Kebelanjutan yaitu Novil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ubah&#45;ubah SK Penugasan yang tidak transparan dan akuntabel ini membuat ketidakpastian pengelolaan yang berdampak kepada tertundanya produksi dan program strategis nasional. Kenapa dibiarkan oleh Direksi Kepatuhan? Ini patut dicurigai ada kesepakatan,&quot; lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Ali, kebun yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat dan pendapatan negara justru menjadi sumber konflik akibat ulah oknum yang tidak mengerti visi Presiden Prabowo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Presiden sudah memaparkan Paradox Indonesia dan Solusinya adalah melawan Oligarki. Slogan Agrinas adalah &apos;Energi Hijau, Masa Depan Berkelanjutan&apos;. Apakah Oligarkinya yang berkelanjutan?,&quot; tanya Ali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia memaparkan potensi konflik atau kegaduhan hingga benturan fisik akan terus terjadi akibat praktik oknum yang tidak bertanggungjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Harusnya yang keberlanjutan itu adalah kepastian usaha melalui produktivitas perkebunan sawit dengan cara keberlanjutan pemupukan, pemeliharaan, dan pemanenan. Itu lah penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Bukan kegaduhan dan potensi konflik hingga benturan fisik yang berlanjut,&quot; sebutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ali menambahkan, jika semangat dalam Perpres 5 Tahun 2025 ingin dilanjutkan, maka, Satgas PKH harus segera menagih Denda Administratif dan Kejaksaan harus mengusut oknum&#45;oknum Agrinas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jika oknum Direksi ini tidak diperiksa karena kebal hukum, baiknya Satgas PKH dibubarkan saja karena hasil kerja kerasnya menjadi sia&#45;sia. Presiden sudah dikelabuhi oknum&#45;oknum di Agrinas. Kita akan terus suarakan tuntutan ini daripada negara rugi rakyat jadi korban,&quot; tutupnya. (*)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/14359152730-img_20260911_070309.jpg"/><pubDate>Thu, 10 Sep 2026 21:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/864/aktivis-periksa-oknum-direksi-agrinas-atau-bubarkan-satgas-pkh</guid></item><item><title>Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor</title><link>https://rajariau.com/news/detail/863/vendor-security-rs-awal-bros-dumai-diduga-tarik-uang-pelicin-manajemen-sebut-sudah-berganti-vendor</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45;&#45; Perusahaan penyedia jasa tenaga keamanan (security) outsourcing di RS Awal Bros Dumai, inisial K diterpa dugaan praktik pungutan liar terhadap para pekerjanya.&lt;br&gt;Perusahaan diketahui sebelumnya menjadi vendor penyedia tenaga keamanan untuk operasional RS Awal Bros di wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Dugaan pungutan tersebut disebut berkaitan dengan proses penerimaan, hingga perpanjangan kontrak kerja tenaga security.&lt;br&gt;Informasi yang diterima menyebutkan, calon maupun tenaga security aktif diduga dimintai sejumlah uang dengan dalih tertentu.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku, terdapat permintaan uang yang disebut sebagai “uang pelicin” agar seseorang dapat diterima bekerja sebagai tenaga security.&lt;br&gt;“Ada semacam uang pelicin untuk bisa masuk menjadi tenaga security. Kami berharap para pekerja berani bersuara agar persoalan ini sampai ke pihak manajemen RS Awal Bros, karena praktik seperti ini dinilai cukup merugikan dan tidak adil,” akunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disampaikan lagi, dugaan pungutan tidak hanya terjadi saat proses penerimaan tenaga kerja. Setiap kali dilakukan perpanjangan kontrak, pekerja disebut kembali diminta membayar sejumlah uang yang disebut sebagai biaya administrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;RS Awal Bros Sebut Sudah Berganti Vendor&lt;br&gt;Menanggapi informasi tersebut, Humas RS Awal Bros Dumai, Agum Faisal, pada Sabtu membenarkan bahwa perusahaan &amp;nbsp;K sebelumnya merupakan vendor penyedia tenaga keamanan di lingkungan rumah sakit.&lt;br&gt;Pihak manajemen sudah mendengar isu mengenai dugaan pungutan tersebut. Namun, hingga kini manajemen belum menerima laporan resmi dari tenaga security terkait persoalan tersebut.&lt;br&gt;“Hal ini tentu menjadi bahan koreksi dan evaluasi bagi manajemen. Perlu kami sampaikan bahwa sejak Juli 2026, tenaga security di RS Awal Bros Dumai sudah berganti vendor dan tidak lagi menggunakan perusahaan K,” tegas Agum.&lt;br&gt;Dengan demikian, perusahaan Ktidak lagi menjadi penyedia tenaga keamanan di RS Awal Bros Dumai sejak Juli 2026.&lt;br&gt;Untuk diketahui, perusahaan K sebelumnya juga pernah mendapat sorotan terkait persoalan ketenagakerjaan.&lt;br&gt;Perusahaan ini diduga membayarkan upah pekerja di bawah ketentuan Upah Minimum Kota (UMK) Dumai, serta tidak memenuhi ketentuan pembayaran upah lembur.&lt;br&gt;Perusahaan K bahkan disebut pernah dilaporkan satu asosiasi buruh kepada Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Riau, atas dugaan pelanggaran ketenagakerjaan.&lt;br&gt;Terkait persoalan di RS Awal Bros Dumai ini, Rajariau.com belum berhasil meminta konfirmasi kepada manejemen perusahaan K, hingga berita ini naik rilis.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/86627265399-img_20260830_165509.jpg"/><pubDate>Sun, 30 Aug 2026 17:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/863/vendor-security-rs-awal-bros-dumai-diduga-tarik-uang-pelicin-manajemen-sebut-sudah-berganti-vendor</guid></item><item><title>Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sukses Gelar Berbagai Lomba</title><link>https://rajariau.com/news/detail/862/dasawisma-rt-0308-tobek-godang-sukses-gelar-berbagai-lomba</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45;&#45; Pengurus Dasawisma RT 03/RW 08 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, mengelar berbagai perlombaan, sempena HUT Kemerdekaan RI ke&#45;81, Minggu (23/8/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlombaan digelar di lapangan Jalan Duku Ujung, yang mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Bahkan sangat semarak dan meriah, serta menghadirkan suasana kekeluargaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan diawali dengan upacara HUT Kemerdekaan RI, yang dipimpin Ketua RT 03 Indra Gama, yang dihadiri Ketua RW 08 Agus Sutrisno, Sekretaris Mogo Irianto dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya, langsung digelar berbagai perlombaan dan aktivitas yang sudah dipersiapkan oleh panitia, yang diketuai Ivana Lestari, Sekretaris Ella, Bendahara Yuliani, serta panitia lainnya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jenis perlombaan yang dihelat, mulai estafet kelereng sendok, lomba joget kardus bola, lomba pindah bola, lomba bola pindah tangkai balon ke botol, pindah bola ke kardus, lomba PBB, lomba jalan pakai kardus, lomba syahrini jalan tutup mata, dan banyak perlombaan lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hebatnya, tidak hanya anak&#45;anak, remaja, para ibu dan warga dari berbagai kalangan, termasuk bapak&#45;bapak juga ambil bagian dalam perlombaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sorak&#45;sorai dan gelak tawa, pastinya mewarnai jalannya kegiatan, yang mencerminkan semangat gotong royong serta kekompakan warga RT 03, apalagi dipandu langsung pembawa acara kondang, Uncu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini menjadi momentum bagi warga untuk memeriahkan HUT RI, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga,&quot; kata Perwakilan Dasawisma RT 03, Darmawati kepada wartawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut disampaikan, kegiatan ini tidak hanya semata&#45;mata untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan gotong royong. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan lancar” sebutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suksesnya kegiatan ini, tidak terlepas dari kerja keras seluruh panitia, tokoh masyarakat, plus dukungan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini terbukti dari semangat masyarakat dalam mengikuti setiap kegiatan, dan menjadi bukti nilai&#45;nilai kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah lingkungan RT 03/RW 08.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentunya, peringatan HUT RI ke&#45;81 di lingkungan Dasawisma RT 03/08 pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pastinya semangat kemerdekaan diharapkan dapat terus diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan semangat membangun lingkungan yang lebih baik,&quot; pintanya. (Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/36973948434-img-20260823-wa0072.jpg"/><pubDate>Sun, 23 Aug 2026 15:44:41 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/862/dasawisma-rt-0308-tobek-godang-sukses-gelar-berbagai-lomba</guid></item><item><title>Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LHl</title><link>https://rajariau.com/news/detail/861/sahabat-lingkungan-hidup-riau-jadi-mitra-strategis-menteri-lhl</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU— Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan menjadi mitra strategis Menteri Lingkungan Hidup RI dalam memperkuat kolaborasi menjaga dan memulihkan lingkungan di Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harapan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat saat bertemu dengan Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan berlangsung sekitar pukul 20.40 WIB, setelah Jumhur tiba di Pekanbaru bersama rombongan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalankan sejumlah agenda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Advokasi dan Penguatan Partisipasi Publik Yudi Syamhudi Sayuti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rombongan Menteri LH disambut Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan, Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., organisasi KSPSI&#45;SPTI, Sahabat Lingkungan Hidup Riau dan sejumlah pihak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momen pertemuan semakin hangat saat Ketua Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau Muhammad Akhyar memasangkan seragam Sahabat Lingkungan Hidup kepada Menteri LH. Pemasangan seragam tersebut menjadi simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.&lt;br&gt;Jumhur mengatakan, keberadaan Sahabat Lingkungan Hidup di Riau dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja pemerintah di bidang lingkungan. Namun, kolaborasi tersebut perlu dirancang secara terorganisasi agar kegiatan yang dilakukan memiliki arah dan hasil yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Harus dirumuskan dulu pekerjaan&#45;pekerjaan apa atau kegiatan apa yang sesuai. Kemudian dibuat organisasinya dengan baik dan ujungnya itu pasti dalam rangka pemulihan lingkungan, dalam rangka memuliakan bumi,&quot; kata Jumhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, upaya memulihkan lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan berbagai kelompok yang memiliki kepedulian dan tujuan yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelompok tersebut dapat berasal dari pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah atau NGO, komunitas, masyarakat maupun kelompok lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sebetulnya banyak kelompok yang punya minat yang sama. Kelompok itu bisa pemerintah daerah, bisa NGO dan juga kelompok lainnya. Itu bisa kolaborasi bareng&#45;bareng,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terhubung dengan Program Lingkungan&lt;br&gt;Jumhur juga melihat adanya peluang untuk mempertemukan berbagai sumber daya dalam mendukung kegiatan lingkungan di lapangan, termasuk melalui kelompok filantropi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kegiatan yang telah dirancang dan dikelola secara baik akan lebih mudah dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk mendukung aksi nyata di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Untuk kegiatannya itu memang terorganisasi dengan baik, banyak dana&#45;dana filantropi yang bisa dikolaborasikan untuk langsung kerja di tapak, di lapangan,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Sahabat Lingkungan Hidup Riau diharapkan tidak hanya menjadi wadah kepedulian masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penghubung kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan dan berbagai pihak lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada sejumlah persoalan lingkungan yang menjadi perhatian di Riau, termasuk pengawasan terhadap pelanggaran lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat Lingkungan Didorong Aktif di Lapangan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jumhur berharap Sahabat Lingkungan Hidup Riau dapat aktif membantu pemerintah dalam mengawasi kondisi lingkungan. Masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran lingkungan juga diharapkan tidak ragu menyampaikannya kepada pihak berwenang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Harapannya militan, harus militan. Dan termasuk melaporkan kalau ada orang yang melanggar aturan lingkungan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Laporan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dinas, laporkan juga ke Jakarta (Kementerian LH), karena kan mata kita juga terbatas. Teman&#45;teman mungkin bisa dan sangat membantu,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk persoalan karhutla, Jumhur juga membuka ruang kolaborasi melalui pelatihan bagi anggota Sahabat Lingkungan Hidup. Mereka dapat dipersiapkan untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau ada karhutla&#45;karhutla mungkin bisa dilatih juga ini. Latihan, kan bisa, kenapa tidak,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kolaborasi tersebut nantinya juga dapat melibatkan masyarakat peduli api serta Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan yang tengah disiapkan Kementerian LH.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan, mungkin bisa kolaborasi juga. Karena Provinsi Riau ini kan memang potensial kebakaran lahannya,&quot; tutur Jumhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kolaborasi yang terarah, Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan mampu mengambil peran strategis bersama Kementerian LH dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan serta pemulihan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerja bersama tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menjaga bumi tetap lestari dan mewujudkan misi bersama untuk memuliakan bumi.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/6166724954-img-20260820-wa0019.jpg"/><pubDate>Fri, 21 Aug 2026 06:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/861/sahabat-lingkungan-hidup-riau-jadi-mitra-strategis-menteri-lhl</guid></item><item><title>7 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Langsung Bebas, 1.608 Dapat Remisi</title><link>https://rajariau.com/news/detail/860/7-warga-binaan-lapas-pekanbaru-langsung-bebas-1608-dapat-remisi</link><description>&lt;p&gt;di balik tembok lapas: ada warga binaan yang menunggu kesempatan untuk kembali ke masyarakat dan ada petugas yang terus menjalankan tugas membina mereka,&quot; terangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diketahui, remisi bukan hanya tentang berkurangnya masa hukuman. Lebih dari itu, remisi menjadi kesempatan untuk menata kembali langkah.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bagi warga binaan yang masih menjalani pembinaan, kesempatan itu menjadi alasan untuk terus memperbaiki diri.&lt;br&gt;Sementara bagi 7 orang yang hari itu dinyatakan bebas, pintu lapas yang terbuka menjadi awal dari perjalanan baru—kembali ke tengah masyarakat dengan harapan bahwa masa lalu tidak menjadi penghalang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/79551678973-img_20260817_152014.jpg"/><pubDate>Mon, 17 Aug 2026 14:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/860/7-warga-binaan-lapas-pekanbaru-langsung-bebas-1608-dapat-remisi</guid></item><item><title>PHRI Riau dan Polda Riau Minta Hotel dan Panitia Event Perkuat Manajemen Risiko</title><link>https://rajariau.com/news/detail/859/phri-riau-dan-polda-riau-minta-hotel-dan-panitia-event-perkuat-manajemen-risiko</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU– Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau mendorong pelaku usaha perhotelan dan penyelenggara kegiatan memperkuat manajemen risiko serta sistem pengamanan.&lt;br&gt;Langkah ini dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan sekaligus meningkatkan rasa aman dan kepercayaan wisatawan yang berkunjung ke Riau.&lt;br&gt;Ketua PHRI Riau, Drs Nofrizal MM, mengatakan hotel merupakan salah satu objek tertentu yang memiliki aktivitas tinggi karena kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan.&lt;br&gt;“Hotel itu termasuk objek tertentu yang selama ini banyak melakukan kegiatan. Tentu setiap kegiatan itu mengandung risiko. Karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mencegah risiko yang mungkin terjadi,” ujar Nofrizal.&lt;br&gt;Pernyataan itu disampaikan setelah sosialisasi risk assessment dan pengamanan objek vital serta objek tertentu yang digelar BPD PHRI Riau bersama Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Riau.&lt;br&gt;Menurut Nofrizal, penerapan manajemen risiko bukan sekadar kewajiban, tetapi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada tamu.&lt;br&gt;“Kalau keamanan dan kenyamanan bisa kita jaga, tentu kepercayaan wisatawan juga semakin meningkat,” katanya.&lt;br&gt;Ia juga mendorong agar standar pengamanan diterapkan pada berbagai kegiatan outdoor, tidak hanya di hotel.&lt;br&gt;“Kalau kegiatan&#45;kegiatan yang ada di luar atau outdoor juga memiliki standar pengamanan yang baik, tentu ini semakin meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap Provinsi Riau,” ujarnya.&lt;br&gt;Polda Riau Dorong Risk Assessment&lt;br&gt;Direktur Pengamanan Objek Vital (Dir Pamobvit) Polda Riau Kombes Pol Suherman Zein mengatakan setiap penyelenggara kegiatan perlu melakukan risk assessment sebelum event dilaksanakan.&lt;br&gt;Menurut dia, analisis risiko diperlukan untuk mengetahui potensi gangguan sehingga langkah pengamanan dapat disiapkan secara tepat.&lt;br&gt;“Risk assessment atau analisis risiko ini kita akan memopulerkan bagaimana suatu daerah atau suatu kegiatan yang memerlukan risk assessment untuk menilai dampak risiko yang mungkin terjadi pada saat event atau kegiatan itu diselenggarakan,” kata Suherman.&lt;br&gt;Ia menegaskan, pengamanan kegiatan memiliki landasan hukum dan tidak hanya berlaku bagi objek fisik, tetapi juga kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.&lt;br&gt;Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pacu Jalur.&lt;br&gt;“Kegiatan&#45;kegiatan yang banyak diselenggarakan oleh kabupaten&#45;kabupaten kota, khususnya kegiatan kebudayaan maupun kegiatan nasional seperti yang dalam waktu dekat ini Pacu Jalur, kita harus melakukan risk assessment seperti ini,” ujarnya.&lt;br&gt;Suherman menegaskan risk assessment bukan untuk menghambat kegiatan, melainkan memastikan potensi risiko dapat diketahui dan diantisipasi sejak awal.&lt;br&gt;“Melakukan risk assessment itu penting untuk mengetahui risiko yang mungkin terjadi sehingga langkah pengamanan dapat disiapkan dengan baik,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dorong Dukungan Pembiayaan&lt;br&gt;Selain keamanan, PHRI Riau juga mendorong dukungan pembiayaan bagi pelaku sektor pariwisata.&lt;br&gt;Nlofrizal berharap perbankan, termasuk Bank BTN, dapat membantu akses pembiayaan usaha serta kepemilikan rumah bagi karyawan hotel dan pekerja sektor pariwisata.&lt;br&gt;“Kalau bisa dimanfaatkan untuk mendukung usaha pariwisata, tentu akan lebih baik,” ujarnya.&lt;br&gt;PHRI berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah, perbankan dan pelaku usaha dapat memperkuat ekosistem pariwisata Riau.&lt;br&gt;Dengan keamanan yang terjamin dan industri yang semakin kuat, kepercayaan wisatawan diharapkan meningkat dan berdampak pada pertumbuhan pariwisata Riau.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/30203118216-img-20260811-wa0013.jpg"/><pubDate>Tue, 11 Aug 2026 15:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/859/phri-riau-dan-polda-riau-minta-hotel-dan-panitia-event-perkuat-manajemen-risiko</guid></item><item><title>Sinergi dari Lapas Pekanbaru Menyemai Kepedulian untuk Riau</title><link>https://rajariau.com/news/detail/858/sinergi-dari-lapas-pekanbaru-menyemai-kepedulian-untuk-riau</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Suasana Minggu pagi, 9 Agustus 2026, di halaman Kantor Gubernur Riau mulai dipenuhi jajaran pemerintah daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, hingga berbagai elemen masyarakat.&lt;br&gt;Di tengah suasana peringatan Hari Jadi ke&#45;69 Provinsi Riau, semangat membangun daerah tidak hanya tercermin dalam rangkaian upacara.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan sinergi antarlembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.&lt;br&gt;Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru turut mengambil bagian dalam apel yang berlangsung pukul 07.30 hingga 09.00 WIB tersebut.&lt;br&gt;Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, Parlindungan H. Simanjuntak hadir dalam kegiatan ini.&lt;br&gt;Kehadirannya menjadi bentuk dukungan Lapas Pekanbaru terhadap penguatan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau dan para pemangku kepentingan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Lapas Pekanbaru, sinergi bukan sekadar kehadiran dalam sebuah seremoni. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sekaligus memastikan pelayanan publik dapat berjalan semakin baik.&lt;br&gt;Pesan mengenai pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu sorotan dalam amanat Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto.&lt;br&gt;Dia menekankan pentingnya mengoptimalkan pelayanan publik sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.&lt;br&gt;Upaya tersebut antara lain diwujudkan melalui pengaktifan kembali fungsi sejumlah aset daerah.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Salah satunya Stadion Utama Riau yang kembali menjadi pusat berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari jadi provinsi.&lt;br&gt;Namun, peringatan hari jadi tahun ini tidak berhenti pada seremoni.&lt;br&gt;Di kawasan Stadion Utama Riau, semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan lingkungan. Pemerintah Provinsi Riau menggelar penanaman 5.000 bibit pohon serta gotong royong terpadu.&lt;br&gt;Ribuan bibit yang ditanam bukan sekadar angka dalam sebuah program. Di baliknya terdapat harapan untuk menghadirkan lebih banyak ruang terbuka hijau sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.&lt;br&gt;Semangat kepedulian juga hadir melalui berbagai kegiatan sosial. Vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga senam massal menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke&#45;69 Provinsi Riau.&lt;br&gt;Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan hari jadi tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan sebuah daerah, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat kembali kebutuhan masyarakat dan menghadirkan aksi nyata.&lt;br&gt;Di tengah rangkaian kegiatan itulah Lapas Pekanbaru hadir sebagai bagian dari ekosistem pembangunan di Riau.&lt;br&gt;Kehadiran Lapas Kelas IIA Pekanbaru diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Provinsi Riau serta berbagai pemangku kepentingan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung program pembangunan daerah, memperkuat pelayanan publik, dan memberikan kontribusi sesuai tugas dan fungsi masing&#45;masing.&lt;br&gt;Sebab, membangun Riau tidak hanya dilakukan dari ruang&#45;ruang pemerintahan. Ia juga tumbuh dari lapangan apel, kegiatan sosial, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja bersama berbagai institusi.&lt;br&gt;Pada usia ke&#45;69, Riau kembali diingatkan bahwa kemajuan daerah bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana setiap unsur di dalamnya bergerak bersama untuk menghadirkan pelayanan dan manfaat bagi masyarakat. (Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/73208053128-img_20260810_175122.jpg"/><pubDate>Sun, 09 Aug 2026 21:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/858/sinergi-dari-lapas-pekanbaru-menyemai-kepedulian-untuk-riau</guid></item><item><title>Dari 2 Bulan KKN Taruna Politekip di Lapas Pekanbaru, Yuniarto: Semoga Ilmunya Bermanfaat</title><link>https://rajariau.com/news/detail/857/dari-2-bulan-kkn-taruna-politekip-di-lapas-pekanbaru-yuniarto-semoga-ilmunya-bermanfaat</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJA RIAU &#45; Pagi itu, suasana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru terasa sedikit berbeda. Di tengah rangkaian kegiatan yang biasa berlangsung di balik tembok pemasyarakatan, terselip momen perpisahan yang hangat antara para Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dengan keluarga besar lapas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Setelah dua bulan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis (6/8), para taruna resmi mengakhiri masa pengabdian sekaligus pembelajaran lapangan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju profesi insan pemasyarakatan.&lt;br&gt;Selama dua bulan, para taruna tidak hanya hadir sebagai mahasiswa yang menjalankan kewajiban akademik.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Mereka terlibat langsung dalam dinamika kehidupan di lapas, mengamati sekaligus memahami berbagai tugas pokok dan fungsi petugas pemasyarakatan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang tak dapat diperoleh hanya dari bangku kuliah.&lt;br&gt;Program KKN Taruna Poltekip sendiri merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bagi para taruna, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pelaksanaan tugas di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, rumah penyimpanan benda sitaan negara, hingga balai pemasyarakatan sebagai bekal menghadapi dunia kerja nantinya.&lt;br&gt;Sebagai ungkapan terima kasih, para taruna menyerahkan sebuah plakat kepada Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Plakat tersebut menjadi simbol apresiasi atas dukungan, bimbingan, dan kesempatan yang diberikan selama pelaksanaan KKN.&lt;br&gt;Dalam kesempatan itu, perwakilan taruna menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang mereka peroleh.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Berinteraksi langsung dengan lingkungan pemasyarakatan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya profesionalisme, integritas, dan nilai&#45;nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.&lt;br&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan para taruna selama menjalankan program tersebut.&lt;br&gt;&quot;Selama dua bulan ini, kami melihat secara langsung dedikasi dan semangat Taruna Poltekip dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapas. Kehadiran mereka memberikan energi positif serta kontribusi nyata dalam kegiatan pembinaan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal yang kuat bagi para taruna untuk menjadi insan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan humanis,&quot; harapnya.&lt;br&gt;Menurut Yuniarto, sinergi antara Poltekip dan Lapas Kelas IIA Pekanbaru diharapkan terus berlanjut, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pemasyarakatan.&lt;br&gt;Kolaborasi seperti ini dinilai penting untuk melahirkan calon petugas yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian.&lt;br&gt;Kebersamaan selama dua bulan itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama dan salam perpisahan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Meski masa KKN telah usai, pengalaman yang dibangun di balik dinding lapas menjadi bekal berharga bagi para taruna—mengingatkan bahwa tugas pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan aturan, melainkan juga menghadirkan pembinaan dengan pendekatan yang humanis. (Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/52668165230-img_20260807_144936.jpg"/><pubDate>Thu, 06 Aug 2026 21:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/857/dari-2-bulan-kkn-taruna-politekip-di-lapas-pekanbaru-yuniarto-semoga-ilmunya-bermanfaat</guid></item><item><title>Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Kesehatan dari Balik Tembok Lapas Pekanbaru</title><link>https://rajariau.com/news/detail/856/merayakan-kemerdekaan-dengan-menjaga-kesehatan-dari-balik-tembok-lapas-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Suasana Ruang Kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru tampak berbeda pada Kamis (6/8/2026).&amp;nbsp;&lt;br&gt;Di tengah semarak peringatan HUT ke&#45;81 Kemerdekaan RI tahun 2026, ruang yang biasanya menjadi tempat bertemunya warga binaan dengan keluarga, itu berubah menjadi pusat layanan kesehatan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Satu per satu warga binaan, anggota keluarga, hingga masyarakat sekitar datang memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis.&lt;br&gt;Di setiap meja pemeriksaan, petugas kesehatan melayani peserta dengan ramah.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Mulai dari pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah, konsultasi medis, hingga pemberian obat sesuai kebutuhan dilakukan untuk memastikan setiap peserta mendapatkan layanan kesehatan yang optimal.&lt;br&gt;Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Puskesmas Sapta Taruna. Sinergi tersebut menjadi wujud nyata bahwa, pelayanan kesehatan tidak hanya menyentuh warga binaan, tetapi juga keluarga mereka dan masyarakat di sekitar lapas.&lt;br&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, ikut meninjau langsung jalannya kegiatan. Menurutnya, bakti kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke&#45;81 Kemerdekaan RI sekaligus bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.&lt;br&gt;&quot;Kegiatan ini merupakan bagian dari semarak HUT Kemerdekaan RI ke&#45;81, sekaligus bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi warga binaan dan masyarakat sekitar,&quot; kata Yuniarto di sela&#45;sela acara.&lt;br&gt;Lebih dari sekadar memberikan layanan kesehatan gratis, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Melalui pemeriksaan rutin dan konsultasi medis, masyarakat diajak lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya agar berbagai penyakit dapat dideteksi lebih awal.&lt;br&gt;Semangat kemerdekaan yang diusung Lapas Kelas IIA Pekanbaru kali ini bukan hanya diwujudkan melalui berbagai perlombaan atau kegiatan seremonial.&lt;br&gt;Tapi juga melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&quot;Harapannya, kolaborasi antara Lapas Pekanbaru dan instansi kesehatan, &amp;nbsp;dapat terus terjalin, sehingga pelayanan kesehatan semakin berkualitas dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat ke depannya,&quot; harapnya. (Van).&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/20786294268-img_20260807_144909.jpg"/><pubDate>Thu, 06 Aug 2026 21:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/856/merayakan-kemerdekaan-dengan-menjaga-kesehatan-dari-balik-tembok-lapas-pekanbaru</guid></item><item><title>Menjembatani Dunia Akademik dan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Gandeng FISIP UNRI</title><link>https://rajariau.com/news/detail/855/menjembatani-dunia-akademik-dan-pemasyarakatan-lapas-pekanbaru-gandeng-fisip-unri</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Upaya membangun masa depan warga binaan, terus dilakukan Lapas Kelas IIA Pekanbaru melalui berbagai inovasi.&lt;br&gt;Satu di antaranya diwujudkan lewat kolaborasi dengan dunia akademik, yang diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru dalam proses pembinaan.&lt;br&gt;Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) yang berlangsung di Ruang Rapat Lapas Pekanbaru, Rabu (29/7). Kesepakatan tersebut ditandatangani&amp;nbsp;&lt;br&gt;langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FISIP Universitas Riau, Meyzi Heriyanto.&lt;br&gt;Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari program magang mahasiswa, pendidikan dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bagi kedua institusi, kemitraan ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas.&lt;br&gt;Yuniarto menilai keterlibatan kalangan akademisi dapat memperkaya pendekatan pembinaan yang selama ini dijalankan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Menurutnya, perpaduan antara pengalaman praktis di lapangan dan kajian ilmiah akan melahirkan program&#45;program yang lebih inovatif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.&lt;br&gt;&quot;Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas, baik bagi warga binaan maupun bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan pengalaman praktis di lapangan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, FISIP Universitas Riau melihat kemitraan ini sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Melalui program yang dijalankan bersama Lapas, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami dinamika sosial secara langsung sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.&lt;br&gt;Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FISIP Universitas Riau, Meyzi Heriyanto, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik di lapangan.&lt;br&gt;&quot;Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan Lapas,&quot; katanya.&lt;br&gt;Lebih dari sekadar kemitraan institusional, kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ketika dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan berjalan beriringan, ruang pembinaan tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang belajar, bertumbuh, dan membangun harapan baru.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/99567221698-img_20260730_145543.jpg"/><pubDate>Wed, 29 Jul 2026 21:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/855/menjembatani-dunia-akademik-dan-pemasyarakatan-lapas-pekanbaru-gandeng-fisip-unri</guid></item><item><title>PT Praja Putra Wangsa Gelar Syukuran HUT ke&#45;7, Beri Bantuan ke Panti Asuhan</title><link>https://rajariau.com/news/detail/854/pt-praja-putra-wangsa-gelar-syukuran-hut-ke7-beri-bantuan-ke-panti-asuhan</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU – PT Praja Putra Wangsa (PPW), perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengamanan (security) dan pendidikan serta pelatihan dasar (Diklatsar), menggelar syukuran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke&#45;7 pada Sabtu, 25 Juli 2026.&lt;br&gt;Kegiatan sakral ini digelar dengan khidmat dan penuh rasa kekeluargaan, di RM Koki Sunda Pekanbaru.&lt;br&gt;Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur PT PPW, July SM, Komisaris Firmansyah SE, Manager Irfansyah Daulay SE MM, HRD Mardian SH, serta segenap keluarga besar PT PPW.&lt;br&gt;Rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan, diawali dengan kunjungan ke Panti Asuhan Harapan Jalan Sudirman, untuk menyerahkan bantuan berupa santunan dan paket sembako.&lt;br&gt;&quot;Ini sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kami kepada masyarakat, plus menjadi wujud komitmen PT PPW untuk terus berbagi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,&quot; kata Direktur PT PPW, July SM usai kegiatan.&lt;br&gt;Lebih lanjut disampaikan July, sebagai bagian dari rasa syukur atas perjalanan perusahaan selama 7 tahun ini, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng, &amp;nbsp;yang menjadi simbol harapan agar PT PPW terus berkembang, semakin maju, dan memberikan pelayanan terbaik di bidang jasa pengamanan serta Diklatsar.&lt;br&gt;Diakui, bahwa peringatan HUT ke&#45;7 ini, bukan sekadar seremoni. Namun juga menjadi momentum, untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar perusahaan, sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.&lt;br&gt;&quot;Melalui kegiatan syukuran ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi di antara keluarga besar PT PPW. Di sisi lain, kami juga ingin berbagi kebahagiaan dengan anak&#45;anak di panti asuhan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan perusahaan yang sudah menapaki usia 7 tahun,&quot; sebutnyq.&lt;br&gt;Tentunya dia berharap PT PPW, terus tumbuh menjadi perusahaan yang profesional, terpercaya, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia usaha di Provinsi Riau. (Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/42122794052-img-20260725-wa0016.jpg"/><pubDate>Sat, 25 Jul 2026 19:13:20 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/854/pt-praja-putra-wangsa-gelar-syukuran-hut-ke7-beri-bantuan-ke-panti-asuhan</guid></item><item><title>Peringatan HANI 2026, BNNK Pekanbaru  Apresiasi Lapas Pekanbaru Komit Berantas Narkoba</title><link>https://rajariau.com/news/detail/853/peringatan-hani-2026-bnnk-pekanbaru--apresiasi-lapas-pekanbaru-komit-berantas-narkoba</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Perang melawan narkoba tak pernah benar&#45;benar usai. Di balik setiap upaya penindakan, ada pekerjaan besar yang tak kalah penting, yakni membangun kesadaran, memperkuat kolaborasi, dan memastikan mereka yang pernah terjerat mendapat kesempatan untuk bangkit kembali.&lt;br&gt;Semangat itulah yang mengemuka dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar di aula Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru, Kamis (23/7/2026).&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.&lt;br&gt;Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto AMd Ip SH MH, bersama unsur pimpinan instansi yang bergerak di bidang penegakan hukum dan pemberantasan narkotika di Kota Pekanbaru.&lt;br&gt;Kepala BNN Kota (BNNK) Pekanbaru, Kombes Pol Dr Wawan SH MH, mengingatkan, peringatan HANI bukan sekadar agenda seremonial yang hadir setiap tahun.&lt;br&gt;Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat langkah bersama dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.&lt;br&gt;&quot;Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dapat berjalan lebih efektif,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wawan mengajak seluruh instansi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan program P4GN di Kota Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Dia juga memberikan apresiasi kepada berbagai mitra, termasuk Lapas Kelas IIA Pekanbaru, yang dinilai konsisten mendukung pembinaan dan rehabilitasi warga binaan kasus narkotika.&lt;br&gt;Menurutnya, kerja sama antara BNN dan lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, baik di dalam maupun di luar lapas. Harapan itu, kata dia, hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen, mulai dari aparat penegak hukum, instansi pemerintah, hingga masyarakat, terus berjalan beriringan mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.&lt;br&gt;Komitmen tersebut juga ditegaskan Kalapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Ia menyatakan pihaknya akan terus mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika melalui penguatan pengawasan, pembinaan, dan rehabilitasi di lingkungan lapas.&lt;br&gt;&quot;Kami berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Di dalam Lapas, kami terus memperkuat pengawasan, pembinaan, serta program rehabilitasi bagi warga binaan agar mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kondisi yang lebih baik dan terbebas dari pengaruh narkoba,&quot; tegas Yuniarto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, rehabilitasi bukan sekadar proses pembinaan, tetapi juga ikhtiar untuk mengembalikan harapan. Sebab, perang melawan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang disita atau pelaku yang ditangkap, melainkan juga dari semakin banyaknya individu yang mampu kembali menjalani kehidupan secara produktif tanpa jerat narkotika.(Van)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/2190492692-img_20260723_165555.jpg"/><pubDate>Thu, 23 Jul 2026 16:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/853/peringatan-hani-2026-bnnk-pekanbaru--apresiasi-lapas-pekanbaru-komit-berantas-narkoba</guid></item><item><title>Kerjasama Lapas Pekanbaru dan Distankan, Warga Binaan Diajarkan Langsung Budidaya Ayam Petelur</title><link>https://rajariau.com/news/detail/852/kerjasama-lapas-pekanbaru-dan-distankan-warga-binaan-diajarkan-langsung-budidaya-ayam-petelur</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Lapas Kelas IIA Pekanbaru, terus saja melahirkan inovasi, dan harapan baru mulai menetas untuk warga binaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bukan hanya dari kandang&#45;kandang ayam petelur yang akan dikelola, tapi juga dari semangat para warga binaan yang tengah mempersiapkan diri menyongsong kehidupan setelah masa pidana berakhir.&lt;br&gt;Ya, suasana Aula Sahardjo Lapas Pekanbaru pada Jumat (17/7) terasa berbeda. Sejumlah warga binaan tampak antusias mengikuti pembukaan Pelatihan Teknis Budidaya Ayam Petelur, sebuah program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan praktis sekaligus membuka peluang ekonomi di masa depan.&lt;br&gt;Program tersebut menjadi buah kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Pekanbaru, melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berfokus pada pengembangan kompetensi warga binaan di bidang peternakan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Hadir dalam pembukaan kegiatan, Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto,bersama Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Pekanbaru Zulpan Efendi, didampingi jajaran dokter hewan dan penyuluh yang akan mendampingi peserta selama pelatihan berlangsung.&lt;br&gt;Bagi Lapas Pekanbaru, pembinaan tidak hanya dimaknai sebagai proses menjalani hukuman.&lt;br&gt;Tapi juga sebagai ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri dan kemampuan hidup. Karena itu, pelatihan budidaya ayam petelur dipilih sebagai salah satu keterampilan yang memiliki prospek usaha, sekaligus mendukung program ketahanan pangan.&lt;br&gt;&quot;Kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan serta pemenuhan kebutuhan gizi warga binaan,&quot; tegas Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto.&lt;br&gt;Selama pelatihan, peserta tidak hanya dikenalkan pada teori dasar peternakan. Mereka juga akan mempelajari berbagai aspek teknis, mulai dari pemilihan bibit, manajemen pakan, perawatan kandang, pengendalian penyakit, hingga pengelolaan hasil produksi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendampingan langsung dari dokter hewan dan penyuluh diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan.&lt;br&gt;Menurut Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distankan Pekanbaru Zulpan Efendi, keberhasilan sebuah pelatihan,tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan.&lt;br&gt;Namun dari kemampuan peserta menguasai keterampilan yang bisa menjadi modal hidup.&lt;br&gt;&quot;Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga pendampingan teknis agar warga binaan benar&#45;benar memahami proses budidaya ayam petelur secara baik dan berkelanjutan. Kami berharap keterampilan ini nantinya dapat menjadi bekal usaha yang produktif setelah mereka kembali ke masyarakat,&quot; katanya.&lt;br&gt;Komitmen Distankan Pekanbaru diwujudkan melalui dukungan tenaga teknis, pendampingan, serta penguatan kapasitas peserta agar program berjalan optimal.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan warga binaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar hasilnya benar&#45;benar memberi dampak bagi kehidupan mereka di kemudian hari.&lt;br&gt;Pada akhirnya, pelatihan budidaya ayam petelur ini bukan sekadar mengajarkan cara menghasilkan telur.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Lebih dari itu, program ini menjadi simbol bahwa setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memulai kembali.&lt;br&gt;Dari balik tembok pemasyarakatan, benih&#45;benih kemandirian terus ditanam, dengan harapan kelak tumbuh menjadi kehidupan yang lebih produktif ketika para warga binaan kembali menjadi bagian dari masyarakat. (van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/36663124762-img_20260717_182515.jpg"/><pubDate>Fri, 17 Jul 2026 18:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/852/kerjasama-lapas-pekanbaru-dan-distankan-warga-binaan-diajarkan-langsung-budidaya-ayam-petelur</guid></item><item><title>Momen Dirindukan, Kalapas Yuniarto Berdialog Dengan Warga Binaan</title><link>https://rajariau.com/news/detail/851/momen-dirindukan-kalapas-yuniarto-berdialog-dengan-warga-binaan</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJA RIAU&#45; Di lorong panjang dan di balik pintu&#45;pintu besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Senin (13/7/2026), suasana pagi berlangsung sedikit berbeda.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, tidak hanya memantau dari balik meja kerja. Ia memilih menyusuri langsung blok&#45;blok hunian, menyapa warga binaan, mendengarkan cerita mereka, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan sebagaimana mestinya.&lt;br&gt;Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Waktunya Sapa Warga Binaan (Waksabi), sebuah kegiatan yang mengedepankan pendekatan humanis dalam membangun hubungan antara petugas dan warga binaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Di dampingi jajaran pejabat struktural, Yuniarto menelusuri sejumlah kamar hunian, memperhatikan kondisi lingkungan, memeriksa kebersihan, hingga memastikan sarana dan prasarana tetap layak digunakan.&lt;br&gt;Di setiap sudut yang dikunjungi, perhatian tidak hanya tertuju pada aspek keamanan. Kebersihan lingkungan dan kedisiplinan warga binaan juga menjadi fokus utama.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Menurut Yuniarto, lingkungan yang bersih dan tertib merupakan fondasi penting dalam menciptakan suasana pemasyarakatan yang sehat sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan.&lt;br&gt;&quot;Bukan hanya petugas yang memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang baik. Tapi juga warga binaan. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan optimal, dengan lingkungan yang bersih dan aman. Warga binaan juga harus memiliki kesadaran untuk berubah dan menjalani masa pidana dengan baik,&quot; kata Yuniarto, dikutip dari lapaspekanbaru.id.&lt;br&gt;Namun, Waksabi tidak berhenti pada kegiatan inspeksi semata. Di sela&#45;sela peninjauan, Yuniarto juga membuka ruang dialog dengan warga binaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Berbagai aspirasi, keluhan, hingga kebutuhan mereka disampaikan secara langsung. Percakapan tersebut menjadi wadah bagi pihak lapas untuk mendengar sekaligus mengevaluasi layanan yang telah diberikan.&lt;br&gt;Melalui komunikasi yang lebih terbuka, suasana pembinaan diharapkan tidak hanya dibangun melalui aturan dan pengawasan, tetapi juga melalui kepercayaan dan kepedulian.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Yuniarto turut memberikan motivasi kepada warga binaan,agar tetap optimistis menjalani masa pidana serta mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh&#45;sungguh sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan Waksabi juga menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Program ini menitikberatkan pada peningkatan keamanan, kualitas layanan, serta pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.&lt;br&gt;Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, menyapa warga binaan bukan sekadar rutinitas. Di balik setiap sapaan dan dialog yang terjalin, tersimpan harapan agar proses pembinaan berjalan lebih bermakna.&lt;br&gt;Selain itu, hubungan antara petugas dan warga binaan semakin harmonis, serta tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan mampu menjadi ruang bagi lahirnya perubahan positif.(van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/26866881171-img_20260713_222547.jpg"/><pubDate>Mon, 13 Jul 2026 20:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/851/momen-dirindukan-kalapas-yuniarto-berdialog-dengan-warga-binaan</guid></item><item><title>Mantap! Warga Binaan Kini Bisa Beternak di Lapas Kelas IIA Pekanbaru</title><link>https://rajariau.com/news/detail/850/mantap-warga-binaan-kini-bisa-beternak-di-lapas-kelas-iia-pekanbaru</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJA RIAU&#45; &amp;nbsp;Inovasi baru terus digagas Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kini sebuah terobosan, yakni sebuah kandang ayam petelur segera menjadi ruang belajar baru bagi para warga binaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Bukan sekadar tempat beternak, tapi ruang untuk menanam keterampilan, membangun harapan, dan mempersiapkan langkah kembali ke tengah masyarakat.&lt;br&gt;Harapan itu mulai diwujudkan melalui kerja sama antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto dan Kepala Distankan Kota Pekanbaru Maisisco di ruang rapat Distankan, Rabu (8/7/2026).&lt;br&gt;Program yang disepakati berfokus pada budidaya ayam petelur di lahan produksi yang terbatas.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Meski sederhana, program ini dirancang menjadi bekal nyata bagi warga binaan agar memiliki keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah menjalani masa pidana.&lt;br&gt;Melalui kolaborasi tersebut, Distankan akan memberikan pelatihan teknis, pendampingan, hingga penguatan kapasitas di bidang peternakan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pendampingan itu diharapkan mampu menciptakan sistem budidaya yang produktif sekaligus berkelanjutan.&lt;br&gt;Bagi Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, program ini bukan sekadar aktivitas pembinaan, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan.&lt;br&gt;“Program budidaya ayam petelur ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional sebagaimana Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kemenimipas,” ujarnya, Kamis (10/7/2026).&amp;nbsp;&lt;br&gt;Tak hanya menghasilkan keterampilan, telur yang diproduksi nantinya juga akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga binaan. Dengan begitu, manfaat program ini dirasakan langsung, baik sebagai sarana pembelajaran maupun peningkatan asupan protein sehari&#45;hari.&lt;br&gt;Yuniarto menegaskan bahwa pembinaan yang diberikan di dalam lapas harus mampu menghasilkan perubahan yang nyata.&lt;br&gt;“Pembinaan kemandirian harus berorientasi pada hasil nyata. Kami ingin warga binaan memiliki bekal yang benar&#45;benar bisa diterapkan setelah bebas nanti, sehingga mereka mampu mandiri, produktif, dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Distankan Kota Pekanbaru. Kepala Distankan, Maisisco, menilai kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana sinergi antarlembaga dapat melahirkan program pembinaan yang memberi manfaat luas.&lt;br&gt;“Kerja sama ini merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kami siap memberikan dukungan penuh melalui pelatihan dan pendampingan agar program ini berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal,” katanya.&lt;br&gt;Menurutnya, program budidaya ayam petelur tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga berdampak pada pemenuhan gizi warga binaan melalui ketersediaan sumber protein.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Baginya, inilah gambaran pembinaan yang produktif sekaligus memberi nilai tambah.&lt;br&gt;“Ini adalah contoh pembinaan yang produktif dan berdampak,” pungkasnya.&lt;br&gt;Lewat kandang ayam yang akan dibangun di balik dinding lapas, para warga binaan bukan hanya belajar memelihara ternak.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Mereka juga sedang mempersiapkan diri untuk memulai lembaran baru—membawa pulang keterampilan, kepercayaan diri, dan harapan agar dapat kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat.(van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/76771757599-img_20260711_230020.jpg"/><pubDate>Fri, 10 Jul 2026 16:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/850/mantap-warga-binaan-kini-bisa-beternak-di-lapas-kelas-iia-pekanbaru</guid></item><item><title>Kalapas Yuniarto: Kesehatan Warga Binaan Prioritas</title><link>https://rajariau.com/news/detail/849/kalapas-yuniarto-kesehatan-warga-binaan-prioritas</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJA RIAU&#45; Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, perhatian terhadap kesehatan warga binaan terus menjadi bagian penting dari proses pembinaan.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pada Selasa (7/7/2026), Aula Sahardjo tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara bergantian dalam kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diselenggarakan Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Pekanbaru,bekerja sama dengan Laboratorium Thamrin Pekanbaru.&lt;br&gt;Program ini dikhususkan bagi warga binaan, yang memiliki riwayat maupun risiko penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan hipertensi.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Sejak pagi, para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari pengambilan sampel darah dalam kondisi puasa, pengecekan kadar gula darah, hingga pemeriksaan penunjang lainnya.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Seluruh rangkaian dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau secara berkala.&lt;br&gt;Namun, Prolanis bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan. Di sela&#45;sela pemeriksaan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengendalikan penyakit kronis, serta menerapkan gaya hidup yang seimbang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bekal pengetahuan tersebut diharapkan menjadi langkah preventif sekaligus promotif agar kesehatan tetap terjaga, meski menjalani masa pembinaan.&lt;br&gt;Salah seorang warga binaan,Firduas, yang mengikuti Prolanis mengaku senang. Diakui, program ini memberikan manfaat nyata.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Ia mengaku kini lebih memahami kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh arahan mengenai pola makan dan kebiasaan hidup yang lebih sehat.&lt;br&gt;&quot;Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin ini. Jadi saya bisa mengetahui kondisi kesehatan saya dan mendapatkan arahan dari petugas kesehatan tentang cara menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat,&quot; tuturnya.&lt;br&gt;Dokter senior Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dr. Yani, menjelaskan bahwa Prolanis menjadi salah satu upaya penting dalam mendeteksi penyakit kronis sejak dini.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Menurutnya, pemantauan kesehatan secara berkala memungkinkan penanganan diabetes maupun hipertensi dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.&lt;br&gt;&quot;Melalui kegiatan ini, kami dapat memantau kondisi kesehatan warga binaan secara berkala, sehingga penanganan terhadap penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,&quot; ujarnya.&lt;br&gt;Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkelanjutan juga ditegaskan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Ia menilai kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.&lt;br&gt;Melalui sinergi dengan Laboratorium Thamrin Pekanbaru, kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Program Prolanis pun direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya deteksi dini, pengendalian penyakit kronis, sekaligus membangun kesadaran warga binaan bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi penting untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (van)&amp;nbsp;&lt;br&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/99765325856-img_20260711_231931.jpg"/><pubDate>Wed, 08 Jul 2026 15:30:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/849/kalapas-yuniarto-kesehatan-warga-binaan-prioritas</guid></item><item><title>Lantik 310 Siswa Naik Sabuk, Eagle Riau Taekwondo Siapkan Atlet Bermental Juara</title><link>https://rajariau.com/news/detail/848/lantik-310-siswa-naik-sabuk-eagle-riau-taekwondo-siapkan-atlet-bermental-juara</link><description>&lt;p&gt;PEKANBARU, RAJARIAU&#45; Eagle Riau Taekwondo melaksanakan pelantikan kenaikan sabuk bagi para atletnya, di GOR Tribuana Pekanbaru, Minggu (28/6) kemarin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang mengusung tagline Become Strong to Be Champions, ini rangkaian hasil ujian kenaikan sabuk yang sudah dilaksanakan 24 Juni 2026 lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Head Coach Eagle Riau Taekwondo, Master Terri Karno SPd MH menyampaikan, dalam kegiatan ini 310 siswa dinyatakan lulus 100 persen dalam ujian tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para atlet ini resmi menyandang sabuk baru, sesuai dengan tingkat yang sudah dicapai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulillah, pelantikan kenaikan sabuk ini berlangsung sukses,&quot; kata Terry Karno, Rabu (1/7/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekadar gambaran, pelantikan kali ini tidak hanya menjadi seremoni kenaikan tingkat. Tapi juga diisi dengan berbagai latihan fisik dan halang rintang, yang disesuaikan dengan kategori usia peserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini bertujuan untuk membentuk mental yang tangguh, meningkatkan kedisiplinan, memperkuat kondisi fisik, serta menanamkan semangat juara kepada seluruh siswa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut disebutkan, program pembinaan akan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan, yang mampu meningkatkan kualitas atlet, baik dari sisi teknik maupun karakter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Program&#45;program baru akan terus kami laksanakan agar para siswa memiliki mental yang kuat, disiplin yang tinggi, serta kemampuan bertanding yang semakin baik. Kami ingin mencetak atlet&#45;atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan,&quot; janjinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Eagle Riau Taekwondo berkomitmen untuk terus melahirkan generasi muda berprestasi dan menjadi bagian dalam mewujudkan Generasi Emas Riau yang mampu tampil di tingkat nasional hingga internasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, Eagle Riau Taekwondo berpusat di Jalan Balam Ujung, Sukajadi, Pekanbaru. Informasi pendaftaran dan kegiatan latihan dapat diperoleh melalui nomor 0813&#45;7172&#45;7470 atau 0823&#45;1991&#45;2006. (van)&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://rajariau.com/assets//berita/original/47320283445-img-20260702-wa0027.jpg"/><pubDate>Wed, 01 Jul 2026 20:00:00 +0700</pubDate><guid>https://rajariau.com/news/detail/848/lantik-310-siswa-naik-sabuk-eagle-riau-taekwondo-siapkan-atlet-bermental-juara</guid></item></channel></rss>