Menjembatani Dunia Akademik dan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Gandeng FISIP UNRI

Rabu, 29 Juli 2026

Foto Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, foto bersama dengan perwakilan FISIP UNRI, saat jalin kerjasama, Rabu 29/7.LP

PEKANBARU, RAJARIAU- Upaya membangun masa depan warga binaan, terus dilakukan Lapas Kelas IIA Pekanbaru melalui berbagai inovasi.
Satu di antaranya diwujudkan lewat kolaborasi dengan dunia akademik, yang diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru dalam proses pembinaan.
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UNRI) yang berlangsung di Ruang Rapat Lapas Pekanbaru, Rabu (29/7). Kesepakatan tersebut ditandatangani 
langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FISIP Universitas Riau, Meyzi Heriyanto.
Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari program magang mahasiswa, pendidikan dan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia. 
Bagi kedua institusi, kemitraan ini bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan langkah nyata untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas.
Yuniarto menilai keterlibatan kalangan akademisi dapat memperkaya pendekatan pembinaan yang selama ini dijalankan. 
Menurutnya, perpaduan antara pengalaman praktis di lapangan dan kajian ilmiah akan melahirkan program-program yang lebih inovatif, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan warga binaan.
"Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas, baik bagi warga binaan maupun bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan pengalaman praktis di lapangan," ujarnya.

Di sisi lain, FISIP Universitas Riau melihat kemitraan ini sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 
Melalui program yang dijalankan bersama Lapas, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kelas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami dinamika sosial secara langsung sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama FISIP Universitas Riau, Meyzi Heriyanto, mengatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik di lapangan.
"Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan Lapas," katanya.
Lebih dari sekadar kemitraan institusional, kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari sinergi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan sekaligus memperkuat pengembangan sumber daya manusia. 
Ketika dunia pendidikan dan lembaga pemasyarakatan berjalan beriringan, ruang pembinaan tidak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang belajar, bertumbuh, dan membangun harapan baru.(Van)