Kanal

Akun FB Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru H Ervan Di-hack Pelaku Kejahatan

PEKANBARU, RAJARIAU- Pelaku kejahatan menggunakan teknologi, dengan menghacker akun Facebook (FB) tokoh-tokoh politik yang banyak dikenali orang, kembali menimpa legislator.

Kali ini pelaku meretas akun FB milik Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, H Ervan. Diduga pelaku meng-hack-nya sejak beberapa hari lalu. Namun baru ketahuan dengan korban, pada Sabtu (6/5/2023).

Kepada wartawan, H Ervan menyebutkan, modus pelaku mengatakan, bahwa dirinya membagi-bagikan sejumlah uang sumbangan. Baik itu untuk masjid, serta sumbangan sosial lainnya.

"Saya tegaskan, itu adalah bohong. FB saya di-hack. Ini perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab. Saya tidak ada membuat program seperti itu. Kepada masyarakat, jangan terperdaya, jika ada mengatasnamakan saya, yang menghubungi. Ini penipuan," tegas H Ervan.

Sejak beberapa hari akun palsu itu tayang, diduga sudah ada yang menjadi korban. H Ervan lantas mengirimkan bukti transfer BRI sebesar Rp 16 juta, dengan pengirim atas nama Mochammad Ervan, dengan tujuan M Yogi Dwi Saputra, tertanggal 6 Mei 2023, pukul 21.46.

"Ya, kayaknya (sudah ada korban)," tambah Politisi Partai Gerindra ini.

Modus lain yang digencarkan pelaku, sebut H Ervan, dengan dirinya sedang membagi-bagikan uang sumbangan, dikhawatirkan menarik donatur lainnya untuk menyumbang juga, dengan mengirimkan sejumlah uang ke rekening yang sudah ditentukan pelaku.

"Sudah jelas itu lah tujuannya. Makanya kita himbau masyarakat, jangan percaya dan jangan memberikan apa-apa jika ada yang mengatasnamakan saya," pintanya lagi.

H Ervan juga menegaskan, atas perbuatan pelaku yang sudah mencemarkan nama baiknya, tidak menutup kemungkinan dirinya akan mengambil langkah tegas, untuk mengungkap siapa pelaku dibaliknya.

Bahkan dirinya akan berkoordinasi dengan Cyber Crime Kepolisian. Tujuannya, agar tidak ada korban atas perbuatan yang merugikan ini.

"Saya juga menghimbau masyarakat, agar hati-hati saat ini terhadap penipuan berbasis medsos. Jangan mudah langsung percaya, jika perlu telpon orang yang bersangkutan langsung agar tak menjadi korban penipuan," sarannya. ***
 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER