PEKANBARU, RAJA RIAU- Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, perhatian terhadap kesehatan warga binaan terus menjadi bagian penting dari proses pembinaan.
Pada Selasa (7/7/2026), Aula Sahardjo tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara bergantian dalam kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diselenggarakan Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Pekanbaru,bekerja sama dengan Laboratorium Thamrin Pekanbaru.
Program ini dikhususkan bagi warga binaan, yang memiliki riwayat maupun risiko penyakit kronis, seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Sejak pagi, para peserta menjalani serangkaian pemeriksaan, mulai dari pengambilan sampel darah dalam kondisi puasa, pengecekan kadar gula darah, hingga pemeriksaan penunjang lainnya.
Seluruh rangkaian dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau secara berkala.
Namun, Prolanis bukan sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan. Di sela-sela pemeriksaan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengendalikan penyakit kronis, serta menerapkan gaya hidup yang seimbang.
Bekal pengetahuan tersebut diharapkan menjadi langkah preventif sekaligus promotif agar kesehatan tetap terjaga, meski menjalani masa pembinaan.
Salah seorang warga binaan,Firduas, yang mengikuti Prolanis mengaku senang. Diakui, program ini memberikan manfaat nyata.
Ia mengaku kini lebih memahami kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh arahan mengenai pola makan dan kebiasaan hidup yang lebih sehat.
"Saya sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin ini. Jadi saya bisa mengetahui kondisi kesehatan saya dan mendapatkan arahan dari petugas kesehatan tentang cara menjaga pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat," tuturnya.
Dokter senior Lapas Kelas IIA Pekanbaru, dr. Yani, menjelaskan bahwa Prolanis menjadi salah satu upaya penting dalam mendeteksi penyakit kronis sejak dini.
Menurutnya, pemantauan kesehatan secara berkala memungkinkan penanganan diabetes maupun hipertensi dilakukan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.
"Melalui kegiatan ini, kami dapat memantau kondisi kesehatan warga binaan secara berkala, sehingga penanganan terhadap penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ujarnya.
Komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang berkelanjutan juga ditegaskan Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Ia menilai kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembinaan warga binaan.
Melalui sinergi dengan Laboratorium Thamrin Pekanbaru, kualitas pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat.
Program Prolanis pun direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya deteksi dini, pengendalian penyakit kronis, sekaligus membangun kesadaran warga binaan bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi penting untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (van)