Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta
Hari Ini Terjadi Penambahan PDP 12 Orang , Total Menjadi 2.211 Kasus
Korban Sudah Lapor ke Polda Riau
Heboh Spanduk Ribuan Korban Penipuan Kapling Kurma PT KKI Bertebaran di Pekanbaru
PEKANBARU, RAJARIAU–Beberapa spanduk yang bertuliskan narasi Ribuan Korban Penipuan Investasi Kapling Kurma yang dikelola PT Kawasan Kurma Indonesia (KKI) Minta Keadilan, kini bikin heboh warga, karena bertebaran di sejumlah titik di Kota Pekanbaru.
Seperti di jembatan penyeberangan Jalan Sudirman depan RS Awal Bros, di Jalan Subrantas, di flyover simpang Sudirman-Imam Munandar, dan lainnya.
Bahkan tulisan di spanduk itu korban meminta keadilan ke Presiden, Kapolri hingga Kapolda Riau.
Saat wartawan menelusuri kebenaran spanduk tersebut, Herman satu dari ribuan korban mengakuinya.
Pria berkaca mata ini membenarkan dirinya termasuk dalam daftar investor yang merasa tertipu oleh PT KKI. Ia menyebut, secara pribadi mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
“Jadi benar, kami secara pribadi tertipu atas investasi oleh PT KKI ini. Saya sendiri salah satu korban,” katanya, saat ditemui Rabu (8/4) di Jalan Sudirman Pekanbaru.
PT KKI disebutkannya, diketahui bergerak di bidang investasi kapling kurma yang berlokasi di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Skema investasi yang ditawarkan berupa pembelian kapling kebun kurma, baik secara tunai maupun kredit.
Sementara itu, korban tersebut menjelaskan, dirinya membeli dua kapling. Satu kapling dibayar secara tunai, sementara satu lainnya melalui sistem kredit.
“Total kerugian saya puluhan juta,” ungkapnya.
Terkait narasi dalam spanduk yang menyebut pengaduan kepada Presiden, Kapolri, hingga Kapolda Riau, ia menegaskan bahwa langkah itu merupakan bentuk upaya masyarakat mencari perhatian dan keadilan.
“Itu adalah salah satu cara kami mengadu kepada pemimpin. Kami berharap dengan pengaduan ini mendapat perhatian khusus dari aparat penegak hukum. Karena mungkin sebagaimana kita ketahui, no viral no justice,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa perkara ini bukan isu baru. Menurutnya, laporan resmi telah disampaikan ke aparat penegak hukum sejak beberapa tahun lalu.
“Kalau tidak salah, pada tahun 2021 kami sudah melaporkan kasus ini ke Polda Riau. Kami berharap ada keadilan yang seadil-adilnya dan proses hukum segera ditindaklanjuti,” tegasnya berharap.
Disampaikannya juga mewakili para korban kini berharap laporan yang telah disampaikan sejak 2021 dapat menjadi atensi serius aparat penegak hukum, khususnya Polda Riau, agar kejelasan hukum segera terwujud dan kepastian nasib dana para investor mendapat titik terang.
Wartawan Raja Riau. com belum berhasil meminta konfirmasi kepada manajemen PT KKI, hingga berita ini naik rilis. (van)
IPP dan Elang Tiga Hambalang Gelar Doa Bersama Dengan Warga di Malam Tahun Baru
PEKANBARU, RAJARIAU– Keluarga Besar Ikatan Pemuda Pekanbaru (IPP) menyambut pergantian tahun de.
PAN-BM PAN Pekanbaru Gelar Jumat Berkah Depan Masjid Raya Pekanbaru
PEKANBARU, RAJARIAU- DPD PAN Pekanbaru bersama BM PAN Kota Pekanbaru, kembali menunjukkan kepedul.
Silaturahmi Keluarga Besar Putra-putri Polri Pekanbaru Sukses Digelar
PEKANBARU, RAJARIAU- Kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar Putra-putri Polri (KBPPP) Kota Pekanbaru.
DPD PAN Pekanbaru Gelar Berbagai Lomba dan Bagikan 2.000 Paket Sembako
PEKANBARU, RAJARIAU- DPD PAN Pekanbaru menggelar berbagai kegiatan dan perlombaan, sempena HUT Ke.
Keluhan Warga Mulai Jalan Rusak, Banjir Hingga Sulit Masuk SMA Negeri
PEKANBARU, RAJARIAU- Reses Anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar SE SH MH, kembali menyerap berbagai.
Dishub Pekanbaru Razia ODOL Lagi di Jalan SM Amin, 23 Kendaraan Ditilang 20 Balik Kanan
PEKANBARU, RAJARIAU- Bidang Angkutan Dishub Pekanbaru kembali menggelar razia terhadap kend.








