Kanal

Desil Tak Kunjung Berubah, Warga Tj Rhu Berharap Pemerintah Dengar Keluhan Mereka

PEKANBARU, RAJARIAU – Harapan untuk mendapatkan bantuan pemerintah masih menjadi penantian bagi sejumlah warga di Pekanbaru. 
Namun, harapan itu seolah tertahan oleh persoalan data kesejahteraan atau desil, yang hingga kini belum kunjung berubah, meski sudah berulang kali dilaporkan.
Bagi warga, persoalan desil bukan sekadar angka atau kategori dalam pendataan. Lebih dari itu, status tersebut menentukan peluang mereka untuk memperoleh berbagai bantuan sosial yang sangat dibutuhkan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi inilah yang kembali disuarakan warga Tanjung Rhu saat bertemu dengan Anggota DPRD Pekanbaru, Ir Nofrizal MM, Kamis petang (5/11/2026), di Jalan T Umar, Pekanbaru.
Di hadapan wakil rakyat, warga mengungkapkan keresahan mereka. Mereka berharap pemerintah segera melakukan pembenahan data agar status desil benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi dan kehidupan masyarakat yang sebenarnya.
Desi, warga Tanjung Rhu, mengaku persoalan ini sudah cukup lama menjadi perhatian warga. 
Mereka berharap ada langkah nyata dari pemerintah sehingga masyarakat yang memang membutuhkan bisa memperoleh haknya.
"Kami harap Anggota DPRD segera bisa menyelesaikannya. Kami sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah melalui desil ini," pinta Desi.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka berharap persoalan ketidaksesuaian desil tidak terus berlarut-larut dan dapat diselesaikan pada tahun 2026 ini.
Bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit, ketepatan data menjadi hal yang sangat penting. Sebab, ketika data kesejahteraan tidak sesuai dengan kenyataan, akses terhadap program bantuan pemerintah pun berpotensi ikut terhambat.

Mendengar berbagai keluhan tersebut, Anggota DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM memastikan akan membawa persoalan ini ke pemerintah. 
Koordinasi akan dilakukan dengan OPD terkait, terutama Dinas Sosial hingga pihak kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Menurut Nofrizal, persoalan ketidaksesuaian desil bukan kali pertama disampaikan masyarakat. Aspirasi serupa sudah cukup banyak diterimanya, termasuk keluhan yang kembali disampaikan warga Tanjung Rhu dalam pertemuan tersebut.
"Aspirasi masyarakat soal desil ini sudah banyak dilaporkan. Termasuk hari ini warga Tanjung Rhu. Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemko Pekanbaru saat ini tengah menjalankan program satu RW satu ASN. 
Program tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memperoleh data masyarakat yang lebih akurat, termasuk melakukan pendataan ulang terhadap warga yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi kehidupan mereka.
Karena itu, Nofrizal meminta masyarakat agar aktif menyampaikan informasi dan kondisi ekonomi keluarga yang sebenarnya kepada petugas yang ditugaskan di lingkungan RW masing-masing.
"Jadi, kita minta warga bisa melaporkan data yang sesungguhnya kepada petugas ini, agar desilnya segera berubah sesuai kondisi kehidupannya," pinta politisi senior PAN tersebut.
Sebagai informasi, desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam sepuluh peringkat. Desil 1 menggambarkan kelompok sangat miskin, desil 2 kelompok miskin, desil 3 hampir miskin, dan desil 4 kelompok rentan miskin atau menengah bawah. Sementara desil 5 hingga 10 mencakup kelompok menengah ke atas hingga masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Di tengah harapan warga Tanjung Rhu, satu hal yang mereka inginkan sebenarnya sederhana: data yang menggambarkan kehidupan mereka secara nyata. Sebab, di balik angka desil tersebut, ada kehidupan masyarakat yang menunggu perhatian dan kepastian agar bantuan pemerintah benar-benar dapat menjangkau mereka yang membutuhkan.(Van)

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER