Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta
Hari Ini Terjadi Penambahan PDP 12 Orang , Total Menjadi 2.211 Kasus
Siap Perkuat Kolaborasi Jaga Bumi
Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LHl
PEKANBARU, RAJARIAU— Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan menjadi mitra strategis Menteri Lingkungan Hidup RI dalam memperkuat kolaborasi menjaga dan memulihkan lingkungan di Riau.
Harapan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup RI Mohammad Jumhur Hidayat saat bertemu dengan Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Kamis (20/8/2026) malam.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 20.40 WIB, setelah Jumhur tiba di Pekanbaru bersama rombongan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menjalankan sejumlah agenda.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Tenaga Ahli Menteri Bidang Advokasi dan Penguatan Partisipasi Publik Yudi Syamhudi Sayuti.
Rombongan Menteri LH disambut Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau M Job Kurniawan, Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., organisasi KSPSI-SPTI, Sahabat Lingkungan Hidup Riau dan sejumlah pihak lainnya.
Momen pertemuan semakin hangat saat Ketua Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau Muhammad Akhyar memasangkan seragam Sahabat Lingkungan Hidup kepada Menteri LH. Pemasangan seragam tersebut menjadi simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Jumhur mengatakan, keberadaan Sahabat Lingkungan Hidup di Riau dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja pemerintah di bidang lingkungan. Namun, kolaborasi tersebut perlu dirancang secara terorganisasi agar kegiatan yang dilakukan memiliki arah dan hasil yang jelas.
"Harus dirumuskan dulu pekerjaan-pekerjaan apa atau kegiatan apa yang sesuai. Kemudian dibuat organisasinya dengan baik dan ujungnya itu pasti dalam rangka pemulihan lingkungan, dalam rangka memuliakan bumi," kata Jumhur.
Menurutnya, upaya memulihkan lingkungan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan berbagai kelompok yang memiliki kepedulian dan tujuan yang sama.
Kelompok tersebut dapat berasal dari pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah atau NGO, komunitas, masyarakat maupun kelompok lainnya.
"Sebetulnya banyak kelompok yang punya minat yang sama. Kelompok itu bisa pemerintah daerah, bisa NGO dan juga kelompok lainnya. Itu bisa kolaborasi bareng-bareng," ujarnya.
Terhubung dengan Program Lingkungan
Jumhur juga melihat adanya peluang untuk mempertemukan berbagai sumber daya dalam mendukung kegiatan lingkungan di lapangan, termasuk melalui kelompok filantropi.
Menurutnya, kegiatan yang telah dirancang dan dikelola secara baik akan lebih mudah dikolaborasikan dengan berbagai pihak untuk mendukung aksi nyata di lapangan.
"Untuk kegiatannya itu memang terorganisasi dengan baik, banyak dana-dana filantropi yang bisa dikolaborasikan untuk langsung kerja di tapak, di lapangan," katanya.
Karena itu, Sahabat Lingkungan Hidup Riau diharapkan tidak hanya menjadi wadah kepedulian masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penghubung kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi lingkungan dan berbagai pihak lainnya.
Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada sejumlah persoalan lingkungan yang menjadi perhatian di Riau, termasuk pengawasan terhadap pelanggaran lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sahabat Lingkungan Didorong Aktif di Lapangan
Jumhur berharap Sahabat Lingkungan Hidup Riau dapat aktif membantu pemerintah dalam mengawasi kondisi lingkungan. Masyarakat yang menemukan dugaan pelanggaran lingkungan juga diharapkan tidak ragu menyampaikannya kepada pihak berwenang.
"Harapannya militan, harus militan. Dan termasuk melaporkan kalau ada orang yang melanggar aturan lingkungan," tegasnya.
Laporan tersebut dapat disampaikan kepada pemerintah daerah maupun langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup.
"Dinas, laporkan juga ke Jakarta (Kementerian LH), karena kan mata kita juga terbatas. Teman-teman mungkin bisa dan sangat membantu," ujarnya.
Untuk persoalan karhutla, Jumhur juga membuka ruang kolaborasi melalui pelatihan bagi anggota Sahabat Lingkungan Hidup. Mereka dapat dipersiapkan untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di lapangan.
"Kalau ada karhutla-karhutla mungkin bisa dilatih juga ini. Latihan, kan bisa, kenapa tidak," katanya.
Kolaborasi tersebut nantinya juga dapat melibatkan masyarakat peduli api serta Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan yang tengah disiapkan Kementerian LH.
"Brigade Antisipasi Kebakaran Lahan, mungkin bisa kolaborasi juga. Karena Provinsi Riau ini kan memang potensial kebakaran lahannya," tutur Jumhur.
Dengan kolaborasi yang terarah, Sahabat Lingkungan Hidup Provinsi Riau diharapkan mampu mengambil peran strategis bersama Kementerian LH dan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan serta pemulihan lingkungan.
Kerja bersama tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menjaga bumi tetap lestari dan mewujudkan misi bersama untuk memuliakan bumi.(Van)
7 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Langsung Bebas, 1.608 Dapat Remisi
di balik tembok lapas: ada warga binaan yang menunggu kesempatan untuk kembali ke masyarakat dan .
Dari 2 Bulan KKN Taruna Politekip di Lapas Pekanbaru, Yuniarto: Semoga Ilmunya Bermanfaat
PEKANBARU, RAJA RIAU - Pagi itu, suasana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru terasa sedikit berbeda. Di .
Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Kesehatan dari Balik Tembok Lapas Pekanbaru
PEKANBARU, RAJARIAU- Suasana Ruang Kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru t.
Menjembatani Dunia Akademik dan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Gandeng FISIP UNRI
PEKANBARU, RAJARIAU- Upaya membangun masa depan warga binaan, terus dilakukan Lapas Kelas IIA Pek.
Peringatan HANI 2026, BNNK Pekanbaru Apresiasi Lapas Pekanbaru Komit Berantas Narkoba
PEKANBARU, RAJARIAU- Perang melawan narkoba tak pernah benar-benar usai. Di balik setiap upaya pe.
Mantap! Warga Binaan Kini Bisa Beternak di Lapas Kelas IIA Pekanbaru
PEKANBARU, RAJA RIAU- Inovasi baru terus digagas Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kini sebuah ter.








