PEKANBARU, RAJA RIAU - Pagi itu, suasana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru terasa sedikit berbeda. Di tengah rangkaian kegiatan yang biasa berlangsung di balik tembok pemasyarakatan, terselip momen perpisahan yang hangat antara para Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dengan keluarga besar lapas.
Setelah dua bulan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis (6/8), para taruna resmi mengakhiri masa pengabdian sekaligus pembelajaran lapangan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka menuju profesi insan pemasyarakatan.
Selama dua bulan, para taruna tidak hanya hadir sebagai mahasiswa yang menjalankan kewajiban akademik.
Mereka terlibat langsung dalam dinamika kehidupan di lapas, mengamati sekaligus memahami berbagai tugas pokok dan fungsi petugas pemasyarakatan.
Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang tak dapat diperoleh hanya dari bangku kuliah.
Program KKN Taruna Poltekip sendiri merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral.
Bagi para taruna, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat pelaksanaan tugas di lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan negara, rumah penyimpanan benda sitaan negara, hingga balai pemasyarakatan sebagai bekal menghadapi dunia kerja nantinya.
Sebagai ungkapan terima kasih, para taruna menyerahkan sebuah plakat kepada Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto. Plakat tersebut menjadi simbol apresiasi atas dukungan, bimbingan, dan kesempatan yang diberikan selama pelaksanaan KKN.
Dalam kesempatan itu, perwakilan taruna menyampaikan rasa syukur atas pengalaman yang mereka peroleh.
Berinteraksi langsung dengan lingkungan pemasyarakatan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya profesionalisme, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan para taruna selama menjalankan program tersebut.
"Selama dua bulan ini, kami melihat secara langsung dedikasi dan semangat Taruna Poltekip dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapas. Kehadiran mereka memberikan energi positif serta kontribusi nyata dalam kegiatan pembinaan. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal yang kuat bagi para taruna untuk menjadi insan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan humanis," harapnya.
Menurut Yuniarto, sinergi antara Poltekip dan Lapas Kelas IIA Pekanbaru diharapkan terus berlanjut, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pemasyarakatan.
Kolaborasi seperti ini dinilai penting untuk melahirkan calon petugas yang tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian.
Kebersamaan selama dua bulan itu akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama dan salam perpisahan.
Meski masa KKN telah usai, pengalaman yang dibangun di balik dinding lapas menjadi bekal berharga bagi para taruna—mengingatkan bahwa tugas pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan aturan, melainkan juga menghadirkan pembinaan dengan pendekatan yang humanis. (Van)
Dari 2 Bulan KKN Taruna Politekip di Lapas Pekanbaru, Yuniarto: Semoga Ilmunya Bermanfaat
Ikuti Terus Riaupower