Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta
Hari Ini Terjadi Penambahan PDP 12 Orang , Total Menjadi 2.211 Kasus
Program Waksabi Lapas Kelas IIA Pekanbaru
Momen Dirindukan, Kalapas Yuniarto Berdialog Dengan Warga Binaan
PEKANBARU, RAJA RIAU- Di lorong panjang dan di balik pintu-pintu besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Senin (13/7/2026), suasana pagi berlangsung sedikit berbeda.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, tidak hanya memantau dari balik meja kerja. Ia memilih menyusuri langsung blok-blok hunian, menyapa warga binaan, mendengarkan cerita mereka, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan sebagaimana mestinya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Waktunya Sapa Warga Binaan (Waksabi), sebuah kegiatan yang mengedepankan pendekatan humanis dalam membangun hubungan antara petugas dan warga binaan.
Di dampingi jajaran pejabat struktural, Yuniarto menelusuri sejumlah kamar hunian, memperhatikan kondisi lingkungan, memeriksa kebersihan, hingga memastikan sarana dan prasarana tetap layak digunakan.
Di setiap sudut yang dikunjungi, perhatian tidak hanya tertuju pada aspek keamanan. Kebersihan lingkungan dan kedisiplinan warga binaan juga menjadi fokus utama.
Menurut Yuniarto, lingkungan yang bersih dan tertib merupakan fondasi penting dalam menciptakan suasana pemasyarakatan yang sehat sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan.
"Bukan hanya petugas yang memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang baik. Tapi juga warga binaan. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan optimal, dengan lingkungan yang bersih dan aman. Warga binaan juga harus memiliki kesadaran untuk berubah dan menjalani masa pidana dengan baik," kata Yuniarto, dikutip dari lapaspekanbaru.id.
Namun, Waksabi tidak berhenti pada kegiatan inspeksi semata. Di sela-sela peninjauan, Yuniarto juga membuka ruang dialog dengan warga binaan.
Berbagai aspirasi, keluhan, hingga kebutuhan mereka disampaikan secara langsung. Percakapan tersebut menjadi wadah bagi pihak lapas untuk mendengar sekaligus mengevaluasi layanan yang telah diberikan.
Melalui komunikasi yang lebih terbuka, suasana pembinaan diharapkan tidak hanya dibangun melalui aturan dan pengawasan, tetapi juga melalui kepercayaan dan kepedulian.
Yuniarto turut memberikan motivasi kepada warga binaan,agar tetap optimistis menjalani masa pidana serta mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan Waksabi juga menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Program ini menitikberatkan pada peningkatan keamanan, kualitas layanan, serta pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.
Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, menyapa warga binaan bukan sekadar rutinitas. Di balik setiap sapaan dan dialog yang terjalin, tersimpan harapan agar proses pembinaan berjalan lebih bermakna.
Selain itu, hubungan antara petugas dan warga binaan semakin harmonis, serta tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan mampu menjadi ruang bagi lahirnya perubahan positif.(van)
Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
DAIRI, RAJARIAU– Tim gabungan dari Detasemen Intelijen Kodam I/Bukit Barisan (Deninteldam I/BB).
Di Depan Bawahan, Kalapas Pekanbaru Wanti-wanti Soal Disiplin dan Sinergitas Kerja
PEKANBARU, RAJA RIAU– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mene.
MANTAP! Lapas Kelas II A Pekanbaru Tegaskan Komitmen Zero Halinar
PEKANBARU, RAJARIAU- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menegaskan komitm.
Sidang Lanjutan Dugaan Mafia Tanah di Rumbai di PTUN Pekanbaru
PEKANBARU, RAJA RIAU- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, kembali menggelar sidang dug.
Disidangkan di PTUN, Dugaan Ada Mafia Tanah Beraksi di Muara Fajar Timur Rumbai
PEKANBARU, RAJA RIAU- Sidang gugatan PTUN terhadap salah prosedur dalam menetapkan nama pemilik t.
Gegara Ingin Pertahankan Hak Asuh Anak, Ibu Tiga Anak Malah Ditangkap Polisi
PEKANBARU, RAJARIAU- Heldy Susanti alias Santi (34) , warga Perumahan De Casablangka Blok A3, Kel.








