• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Advertorial
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Property
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • More
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Daerah
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Advertorial
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Property
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Dibaca : 3561 Kali
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Dibaca : 4838 Kali
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
Dibaca : 4117 Kali
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta
Dibaca : 4201 Kali
Hari Ini Terjadi Penambahan PDP 12 Orang , Total Menjadi 2.211 Kasus
Dibaca : 4044 Kali

  • Home
  • Nasional
  • Pekanbaru

Jaringan Aktivis Jaga Aset Negara dari Oligarki

Aktivis: Periksa Oknum Direksi Agrinas atau Bubarkan Satgas PKH!

Redaksi

Kamis, 10 September 2026 21:30:00 WIB
Cetak
Aktivis: Periksa Oknum Direksi Agrinas atau Bubarkan Satgas PKH!

PEKANBARU , RAJARIAU- Sekelompok aktivis menuntut Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) segera dibubarkan karena sejumlah penunjukan mitra Kerja Sama Operasional (KSO) PT Agrinas Palma Nusantara terhadap Kebun Kelapa Sawit hasil sitaan Satgas terindikasi hasil persekongkolan oleh oknum Direksi.

Menurut mereka, kerja keras Satgas PKH yang berhasil menyita kembali kebun sawit di lahan negara akan sia-sia jika kebun tersebut dikelola dengan tidak becus oleh Agrinas yang diisi oknum tidak pro visi Presiden.

Tuntutan ini, besok, 11 September 2026, akan disampaikan langsung ke Kejaksaan selaku Penegak Hukum sekaligus Koordinator Satgas PKH.

Menurut kelompok yang menamakan diri Jaringan Aktivis Penjaga Aset Negara dari Oligarki disingkat JANGAN OLIGARKI ini, Kejaksaan jangan membiarkan masalah KSO berlarut-larut tanpa ada penegakan hukum.

"Kejaksaan selain bagian dari Satgas PKH tugas pokoknya adalah sebagai Penegak Hukum. Oleh sebab itu, kami minta Kejaksaan segera periksa oknum Direksi Agrinas yang mengutak-atik SK (Surat Keputusan) Penunjukan atau Penugasan KSO. Jika itu tidak dilakukan, maka, kami minta Satgas PKH sebaiknya dibubarkan. Kita akan suarakan besok," ungkap Juru Bicara JANGAN OLIGARKI, Ali Junjung, Kamis, 11 September 2026.

Ali mengatakan, hasil kerja Satgas PKH melaksanakan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 yang berhasil merebut kekayaan alam dari penguasaan Oligarki secara ilegal, akan menjadi sia-sia jika oknum Agrinas malah dibiarkan 'main mata' dengan Oligarki.

Dijelaskannya, Agrinas, yang digadang-gadang sebagai pioneer terpercaya dalam mengelola sumber daya alam yang selama ini dikuasai oligarki secara ilegal, semakin melenceng dari tujuan awal pendirian.

"Perombakan Direksi ternyata tak membuat Tata Kelola KSO kebun kelapa sawit hasil sitaan Satgas PKH semakin membaik. Aksi merubah atau utak-atik SK KSO atau Penugasan Sementara oleh oknum Direksi dibiarkan terjadi dan semakin merajela. SK Penugasan malah dibagikan ke kawan-kawan mereka bahkan pemain lama. Presiden dikelabuhi," ungkap Ali.

Mata aktivis JANGAN OLIGARKI menyorot sosok Direktur Operasional PT Agrinas Tuhu Bangun dan Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan Nofil Anoverta. Dikatakan, sejak awal penunjukan sosok Tuhu sebagai Direktur Operasional sangat aneh jika dilihat dari rekam jejaknya.

"Cek saja di Media Nasional. Disitu dimuat Tuhu Bangun saat masih berdinas di BUMN PTPN 5 pernah diperiksa kasus Perumahan Karyawan. Ia disebut menjual lahan PTPN 5 ke Pengusaha bernama Edi Djohan sebagai Developer Perumahan.  Kita tidak tahu ujung perkara itu apakah naik penyidikan atau dihentikan. Apakah kita percaya Tuhu Bangun dan Edi Djohan tidak bermitra lagi di Agrinas? Nanti akan kita ungkap!," kata Ali.

Menurutnya, rekam jejak akhirnya terbukti memperlihatkan kinerja Tuhu yang kerap merubah SK KSO. Bahkan, terindikasi pemain lama yang ditunjuk sebagai KSO. Tindakan ini, menurut Ali, seharusnya diawasi oleh Direktur Kepatuhan dan Kebelanjutan yaitu Novil.

"Ubah-ubah SK Penugasan yang tidak transparan dan akuntabel ini membuat ketidakpastian pengelolaan yang berdampak kepada tertundanya produksi dan program strategis nasional. Kenapa dibiarkan oleh Direksi Kepatuhan? Ini patut dicurigai ada kesepakatan," lanjutnya.

Menurut Ali, kebun yang seharusnya menjadi sumber kesejahteraan rakyat dan pendapatan negara justru menjadi sumber konflik akibat ulah oknum yang tidak mengerti visi Presiden Prabowo.

"Presiden sudah memaparkan Paradox Indonesia dan Solusinya adalah melawan Oligarki. Slogan Agrinas adalah 'Energi Hijau, Masa Depan Berkelanjutan'. Apakah Oligarkinya yang berkelanjutan?," tanya Ali.

Ia memaparkan potensi konflik atau kegaduhan hingga benturan fisik akan terus terjadi akibat praktik oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Harusnya yang keberlanjutan itu adalah kepastian usaha melalui produktivitas perkebunan sawit dengan cara keberlanjutan pemupukan, pemeliharaan, dan pemanenan. Itu lah penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Bukan kegaduhan dan potensi konflik hingga benturan fisik yang berlanjut," sebutnya.

Ali menambahkan, jika semangat dalam Perpres 5 Tahun 2025 ingin dilanjutkan, maka, Satgas PKH harus segera menagih Denda Administratif dan Kejaksaan harus mengusut oknum-oknum Agrinas.

"Jika oknum Direksi ini tidak diperiksa karena kebal hukum, baiknya Satgas PKH dibubarkan saja karena hasil kerja kerasnya menjadi sia-sia. Presiden sudah dikelabuhi oknum-oknum di Agrinas. Kita akan terus suarakan tuntutan ini daripada negara rugi rakyat jadi korban," tutupnya. (*)


Ikuti Rajariau.com


Rajariau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Nawakara Dorong Penguatan Keamanan Platform Integrasi di Tengah Meningkatnya Risiko dari Pihak Ketiga

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:05:37 WIB

JAKARTA, RAJA RIAU- Di era transformasi digital yang semakin masif, integrasi antarsistem dan apl.

Nasional

Di Singapura, Nawakara Dorong Kesiapan Indonesia Hadapi Era AI

Jumat, 08 Mei 2026 - 14:30:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU- Transformasi industri berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi sorotan .

Nasional

Jelang Idulfitri, PLN Siagakan 1.890 Personel dan 49 Posko Kelistrikan di Riau dan Kepri

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:00:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU –Jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, ketika masyarakat bersiap menyambut mal.

Nasional

PLN UID Riau dan Kepri Siaga Amankan Pasokan Listrik

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:09:56 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU-  Jelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, aktivitas masyarakat di Kota Pekanb.

Nasional

Nawakara Perkuat Keamanan Korporasi melalui Sistem Terintegrasi Real Time

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:30:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU– Kebutuhan keamanan korporasi saat ini menuntut respons yang cepat, terukur.

Nasional

Solidaritas Nawakara untuk Aceh Utara

Selasa, 23 Desember 2025 - 18:00:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU- Berbagai aksi kemanusiaan dilakukan banyak kalangan, terhadap korban bencana.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Aktivis: Periksa Oknum Direksi Agrinas atau Bubarkan Satgas PKH!
10 September 2026
Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
30 Agustus 2026
Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sukses Gelar Berbagai Lomba
23 Agustus 2026
Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LHl
21 Agustus 2026
7 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Langsung Bebas, 1.608 Dapat Remisi
17 Agustus 2026
PHRI Riau dan Polda Riau Minta Hotel dan Panitia Event Perkuat Manajemen Risiko
11 Agustus 2026
Sinergi dari Lapas Pekanbaru Menyemai Kepedulian untuk Riau
09 Agustus 2026
Dari 2 Bulan KKN Taruna Politekip di Lapas Pekanbaru, Yuniarto: Semoga Ilmunya Bermanfaat
06 Agustus 2026
Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Kesehatan dari Balik Tembok Lapas Pekanbaru
06 Agustus 2026
Menjembatani Dunia Akademik dan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Gandeng FISIP UNRI
29 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sukses Gelar Berbagai Lomba
  • 2 PT Praja Putra Wangsa Gelar Syukuran HUT ke-7, Beri Bantuan ke Panti Asuhan
  • 3 Lantik 310 Siswa Naik Sabuk, Eagle Riau Taekwondo Siapkan Atlet Bermental Juara
  • 4 Banteng United Pekanbaru Ngamuk Lagi, Cukur Skuad Banteng Pelalawan 5-0 Jelang Soekarno Cup I 2026 U-17
  • 5 Haji Tambi Terpilih Aklamasi Pimpin PKDP Riau Periode 2026-2031
  • 6 Kalapas Pekanbaru Yuniarto Hadir Langsung Doa Bersama Sambut 1 Muharram 1448 H
  • 7 Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Islami Sambut 1 Muharram 1448 H

PT Raja Putra Media
Kecamatan Pekanbaru Kota, Pekanbaru, Riau – Indonesia , Phone. 081267820355
Email: redaksirajariau@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Rajariau.com