Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta
Hari Ini Terjadi Penambahan PDP 12 Orang , Total Menjadi 2.211 Kasus
Koalisi Presma Unilak Tagih Kepastian Pelantikan Pengurus Baru Dalam Aksi Damai
PEKANBARU, RAJARIAU— Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali mendatangi Gedung Rektorat pada Rabu (13/5/2026) kemarin.
Mereka datang bukan untuk beraudiensi biasa, tapi untuk menagih kepastian pelantikan pengurus mahasiswa tingkat universitas yang sampai sekarang belum juga terealisasi.
Aksi ini menjadi bentuk tekanan moral agar kampus segera menyelesaikan polemik organisasi kemahasiswaan yang sudah vakum beberapa tahun terakhir.
Menurut mahasiswa, kekosongan ini mematikan ruang demokrasi, menghambat penyaluran aspirasi, dan melemahkan pembinaan kepemimpinan di kampus.
Dalam orasinya, mahasiswa meminta rektorat berhenti berlarut-larut dalam proses evaluasi dan administrasi. Hasil kongres dan tahapan organisasi yang sudah berjalan dinilai harus segera ditindaklanjuti dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) pelantikan.
“Kami datang untuk minta kepastian, bukan sekadar janji,” tegas Koordinator Umum Koalisi Presma Unilak Terpilih, Irvan Adriansyah.
Ia menekankan bahwa organisasi mahasiswa adalah bagian penting dari kehidupan akademik dan ruang belajar demokrasi. Karena itu, proses pelantikan harus segera dipastikan.
Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan, Martinus GP Napitupulu. Ia mempertanyakan lambannya proses pelantikan di tengah kekosongan kepemimpinan organisasi mahasiswa yang terus berlanjut.
“Mahasiswa butuh kepastian agar roda organisasi kembali berjalan. Kami harap rektorat menyelesaikan ini secara terbuka dan bijaksana demi menjaga iklim akademik yang sehat,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti pentingnya komunikasi transparan antara kampus dan mahasiswa. Mereka menilai organisasi kemahasiswaan seharusnya menjadi wadah pembinaan, diskusi, dan pengembangan karakter kepemimpinan.
Aksi berlangsung di halaman rektorat dengan orasi dan penyerahan pernyataan sikap kepada pihak universitas. Koalisi Presma menegaskan akan terus mengawal proses ini hingga ada keputusan resmi dari rektorat.
Mahasiswa berharap polemik ini bisa segera selesai dan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali dinamika organisasi serta demokrasi kampus yang sehat dan konstruktif.(van)
Dari 2 Bulan KKN Taruna Politekip di Lapas Pekanbaru, Yuniarto: Semoga Ilmunya Bermanfaat
PEKANBARU, RAJA RIAU - Pagi itu, suasana di Lapas Kelas IIA Pekanbaru terasa sedikit berbeda. Di .
Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Kesehatan dari Balik Tembok Lapas Pekanbaru
PEKANBARU, RAJARIAU- Suasana Ruang Kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru t.
Menjembatani Dunia Akademik dan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Gandeng FISIP UNRI
PEKANBARU, RAJARIAU- Upaya membangun masa depan warga binaan, terus dilakukan Lapas Kelas IIA Pek.
Peringatan HANI 2026, BNNK Pekanbaru Apresiasi Lapas Pekanbaru Komit Berantas Narkoba
PEKANBARU, RAJARIAU- Perang melawan narkoba tak pernah benar-benar usai. Di balik setiap upaya pe.
Mantap! Warga Binaan Kini Bisa Beternak di Lapas Kelas IIA Pekanbaru
PEKANBARU, RAJA RIAU- Inovasi baru terus digagas Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Kini sebuah ter.
Kalapas Yuniarto: Kesehatan Warga Binaan Prioritas
PEKANBARU, RAJA RIAU- Di balik tembok tinggi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, perhatian terhadap keseha.








