PEKANBARU, RAJA RIAU- Di lorong panjang dan di balik pintu-pintu besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Senin (13/7/2026), suasana pagi berlangsung sedikit berbeda.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, tidak hanya memantau dari balik meja kerja. Ia memilih menyusuri langsung blok-blok hunian, menyapa warga binaan, mendengarkan cerita mereka, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan sebagaimana mestinya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Waktunya Sapa Warga Binaan (Waksabi), sebuah kegiatan yang mengedepankan pendekatan humanis dalam membangun hubungan antara petugas dan warga binaan.
Di dampingi jajaran pejabat struktural, Yuniarto menelusuri sejumlah kamar hunian, memperhatikan kondisi lingkungan, memeriksa kebersihan, hingga memastikan sarana dan prasarana tetap layak digunakan.
Di setiap sudut yang dikunjungi, perhatian tidak hanya tertuju pada aspek keamanan. Kebersihan lingkungan dan kedisiplinan warga binaan juga menjadi fokus utama.
Menurut Yuniarto, lingkungan yang bersih dan tertib merupakan fondasi penting dalam menciptakan suasana pemasyarakatan yang sehat sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan.
"Bukan hanya petugas yang memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang baik. Tapi juga warga binaan. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan optimal, dengan lingkungan yang bersih dan aman. Warga binaan juga harus memiliki kesadaran untuk berubah dan menjalani masa pidana dengan baik," kata Yuniarto, dikutip dari lapaspekanbaru.id.
Namun, Waksabi tidak berhenti pada kegiatan inspeksi semata. Di sela-sela peninjauan, Yuniarto juga membuka ruang dialog dengan warga binaan.
Berbagai aspirasi, keluhan, hingga kebutuhan mereka disampaikan secara langsung. Percakapan tersebut menjadi wadah bagi pihak lapas untuk mendengar sekaligus mengevaluasi layanan yang telah diberikan.
Melalui komunikasi yang lebih terbuka, suasana pembinaan diharapkan tidak hanya dibangun melalui aturan dan pengawasan, tetapi juga melalui kepercayaan dan kepedulian.
Yuniarto turut memberikan motivasi kepada warga binaan,agar tetap optimistis menjalani masa pidana serta mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksanaan Waksabi juga menjadi bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Program ini menitikberatkan pada peningkatan keamanan, kualitas layanan, serta pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.
Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, menyapa warga binaan bukan sekadar rutinitas. Di balik setiap sapaan dan dialog yang terjalin, tersimpan harapan agar proses pembinaan berjalan lebih bermakna.
Selain itu, hubungan antara petugas dan warga binaan semakin harmonis, serta tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, dan mampu menjadi ruang bagi lahirnya perubahan positif.(van)