• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Advertorial
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Property
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • More
    • Peristiwa
    • Pemerintahan
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Nasional
  • Daerah
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Video
  • Advertorial
  • Legislatif
  • Hiburan
  • Property
  • Meranti
  • Kuansing
  • Inhil
  • Inhu
  • Rohil
  • Rohul
  • Dumai
  • Bengkalis
  • Siak
  • Pelalawan
  • Kampar
  • Pekanbaru
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Lantik Kepala Inspektorat, Gubri Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
Dibaca : 3637 Kali
Sigit Juli Hendriawan Resmi Dilantik Sebagai Kepala Inspektorat Riau
Dibaca : 4944 Kali
Atasi Karhutla, Wagubri Akan Berdayakan Tim Satgas Penertiban Perkebunan Ilegal Riau
Dibaca : 4197 Kali
Tim Gugas Covid-19 Tracing 25 Penumpang Lion Air Tujuan Pekanbaru - Jakarta
Dibaca : 4284 Kali
Hari Ini Terjadi Penambahan PDP 12 Orang , Total Menjadi 2.211 Kasus
Dibaca : 4117 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Merajut Harapan Lewat Sentuhan Pijat Tradisional

Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 22:30:00 WIB
Cetak
Dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Merajut Harapan Lewat Sentuhan Pijat Tradisional

PEKANBARU, RAJARIAU- Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Jumat (16/10/2026) berbeda dari biasanya.
Adalah sejumlah warga binaan tampak serius mempelajari teknik pijat badan tradisional. Jemari mereka bergerak mengikuti arahan instruktur. 
Sesekali, mereka memperhatikan dengan saksama, memastikan setiap teknik dilakukan dengan benar.
Bagi mereka, hari itu bukan sekadar hari untuk mengikuti pelatihan. Ada harapan yang perlahan dirajut dari setiap gerakan tangan, harapan untuk memiliki keterampilan, mendapatkan pekerjaan, dan memulai kehidupan baru setelah kembali ke tengah masyarakat.
Hari itu, Lapas Kelas IIA Pekanbaru bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Pesona menggelar pelatihan teknik pijat badan tradisional bagi warga binaan. 
Program ini menjadi bagian dari upaya membekali mereka dengan keterampilan produktif agar memiliki peluang lebih besar untuk menjalani kehidupan mandiri setelah bebas nanti.
Di balik pelatihan sederhana tersebut, tersimpan persoalan yang tidak sederhana. Bagi seseorang yang pernah menjalani hukuman, kembali ke masyarakat bukan selalu perkara mudah. Selain harus menata kembali kehidupan, mereka juga dihadapkan pada tantangan mencari pekerjaan dan menghadapi stigma yang masih melekat pada mantan narapidana.
Karena itu, keterampilan praktis seperti pijat tradisional diharapkan menjadi salah satu jalan untuk membuka pintu kesempatan.

Bekal Masa Depan
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Eko Ari Wibowo, memandang pelatihan ini sebagai bagian penting dari pembinaan kemandirian warga binaan. 
Menurutnya, masa menjalani hukuman semestinya juga menjadi kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pengetahuan selama berada di dalam lapas, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan ketika mereka kembali ke masyarakat.
"Saya berpikir, pelatihan ini akan sangat berguna bagi rekan-rekan di saat bebas nanti ataupun menjelang bebas, karena di sini dilatih, mendapat sertifikat dan ketika bebas rekan-rekan sudah punya ilmunya. Modal untuk usaha seperti ini saya rasa tidak terlalu besar," kata Eko.

Menurutnya, keterampilan pijat tradisional memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Peserta dapat memanfaatkan kemampuan tersebut untuk bekerja di tempat layanan pijat dan kebugaran, maupun merintis usaha sendiri dari rumah.
Peluang itu menjadi penting, terutama bagi warga binaan yang mungkin tidak memiliki banyak pilihan ketika kembali mencari pekerjaan. Dengan keterampilan yang dapat dipraktikkan secara langsung, mereka diharapkan memiliki alternatif untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
"Semoga jadi ilmu yang bermanfaat dan berguna untuk rekan-rekan warga binaan," lanjutnya.
Bagi Eko, pembinaan bukan semata-mata tentang bagaimana seseorang menjalani masa pidana, melainkan juga tentang apa yang bisa dibawanya ketika masa itu berakhir.
Sebab, kebebasan akan terasa lebih berarti ketika seseorang memiliki kesempatan untuk memulai kembali dengan kemampuan dan keyakinan pada dirinya sendiri.

Kepedulian yang Membuka Kesempatan
Harapan serupa datang dari Ketua LPK Pesona, Ernany Rahayu, yang akrab disapa Nany. Keterlibatan lembaganya dalam pelatihan ini menjadi bentuk kepedulian sosial melalui berbagi pengetahuan dan keterampilan.
Nany berharap, kesempatan belajar yang diberikan kepada warga binaan dapat menjadi bekal nyata ketika mereka kembali menjalani kehidupan di luar lapas.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin berbagi pengetahuan dan keterampilan yang mudah-mudahan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat," ujar Nany.
Ia menilai, keterampilan yang bisa diterapkan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri dapat membantu warga binaan membangun masa depan yang lebih baik.

Lebih dari sekadar mengajarkan teknik pijat, pelatihan ini juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani hukuman.
"Kami berharap keterampilan ini dapat membuka peluang bagi mereka untuk bekerja maupun membangun usaha sendiri. Bagi kami, memberikan kesempatan untuk belajar dan berkembang merupakan salah satu bentuk kepedulian agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik," paparnya.
Kesempatan semacam ini menjadi berarti ketika warga binaan tidak hanya dipandang dari kesalahan yang pernah dilakukan, tetapi juga dari kemampuan yang masih dapat mereka kembangkan.
Mereka tetap memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan membuktikan bahwa masa lalu tidak harus menentukan seluruh perjalanan hidup seseorang.

Abas dan Harapan untuk Memulai Kembali
Di antara peserta pelatihan, Abas menyimpan harapan sederhana: kembali ke masyarakat dengan membawa sesuatu yang berguna.
Baginya, mengikuti pelatihan pijat tradisional merupakan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Sesuatu yang mungkin dapat menjadi jalan untuk mencari nafkah setelah ia bebas nanti.
Abas mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program tersebut. Ia berharap, ilmu yang dipelajarinya tidak hanya menjadi pengalaman selama berada di dalam lapas, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari kelak.
"Saya merasa bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Mudah-mudahan setelah bebas nanti, keterampilan ini bisa saya gunakan untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha sendiri," ujar Abas.
Keinginannya terdengar sederhana, tetapi menyimpan makna yang besar. Ia ingin kembali ke tengah masyarakat bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan bekal yang dapat membantunya menata kehidupan.
"Saya ingin kembali ke masyarakat dengan bekal yang bermanfaat dan bisa menjalani kehidupan yang lebih baik," ungkapnya.
Harapan Abas menjadi gambaran tentang arti pembinaan bagi warga binaan. Di balik masa lalu yang tidak selalu mudah, masih ada keinginan untuk memperbaiki diri dan kesempatan untuk membangun masa depan.
Keterampilan yang dipelajari hari ini mungkin belum langsung menjamin pekerjaan atau penghasilan. Namun, setidaknya, ada bekal yang dapat dibawa pulang dan dikembangkan menjadi peluang ketika kesempatan itu datang.

Tantangan warga binaan tidak selalu berakhir ketika pintu lapas terbuka. Di luar sana, mencari pekerjaan bisa menjadi perjuangan tersendiri, terlebih ketika stigma terhadap mantan narapidana masih membatasi kesempatan mereka.
Dalam situasi tersebut, program pembinaan keterampilan memiliki peran penting. Pelatihan menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan kebutuhan warga binaan akan bekal hidup dengan peluang yang dapat mereka kembangkan setelah bebas.
Tentu, keterampilan saja tidak serta-merta menghapus seluruh hambatan. Dukungan keluarga, penerimaan masyarakat, dan terbukanya kesempatan kerja juga dibutuhkan agar proses kembali ke kehidupan sosial dapat berjalan lebih baik.
Namun, setiap keterampilan baru dapat menjadi titik awal. Dari kemampuan yang diasah selama menjalani masa pidana, seseorang memiliki peluang untuk membangun kepercayaan diri, mencari penghidupan, dan kembali berkontribusi bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Bagi Lapas Kelas IIA Pekanbaru, pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan program selama warga binaan menjalani hukuman. Lebih dari itu, pembinaan harus mampu mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi kehidupan setelah bebas.
Di balik jeruji, jemari para peserta kini belajar menghadirkan keterampilan baru. Kelak, jemari yang sama diharapkan menjadi jalan untuk mencari nafkah, membangun usaha, dan menata kembali kehidupan.
Sebab, kesempatan kedua tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Terkadang, ia bermula dari sebuah pelatihan sederhana, ilmu yang dipelajari dengan tekun, dan keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan. (Van)


Ikuti Rajariau.com


Rajariau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Lapas Pekanbaru Perkuat Komitmen Pembinaan Humanis, Menuju Pemasyarakatan yang Semakin Maju

Rabu, 07 Oktober 2026 - 20:30:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU- Poses pembinaan di Lapas tidak hanya berbicara tentang menjalani masa pidana.

Hukrim

Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor

Ahad, 30 Agustus 2026 - 17:00:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU-- Perusahaan penyedia jasa tenaga keamanan (security) outsourcing di RS Awal .

Hukrim

Kerjasama Lapas Pekanbaru dan Distankan, Warga Binaan Diajarkan Langsung Budidaya Ayam Petelur

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:00:00 WIB

PEKANBARU, RAJARIAU- Lapas Kelas IIA Pekanbaru, terus saja melahirkan inovasi, dan harapan baru m.

Hukrim

Momen Dirindukan, Kalapas Yuniarto Berdialog Dengan Warga Binaan

Senin, 13 Juli 2026 - 20:30:00 WIB

PEKANBARU, RAJA RIAU- Di lorong panjang dan di balik pintu-pintu besi Lembaga Pemasyarakatan (Lap.

Hukrim

Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:30:00 WIB

DAIRI, RAJARIAU– Tim gabungan dari Detasemen Intelijen Kodam I/Bukit Barisan (Deninteldam I/BB).

Hukrim

Di Depan Bawahan, Kalapas Pekanbaru Wanti-wanti Soal Disiplin dan Sinergitas Kerja

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:00:00 WIB

PEKANBARU, RAJA RIAU– Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, mene.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dari Balik Jeruji Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Merajut Harapan Lewat Sentuhan Pijat Tradisional
16 Oktober 2026
Lapas Pekanbaru Perkuat Komitmen Pembinaan Humanis, Menuju Pemasyarakatan yang Semakin Maju
07 Oktober 2026
Razia Malam Tim Gabungan di Balik Tembok Lapas Kelas IIA Pekanbaru
24 September 2026
TANSATI Dampingi Penuh PT PIR Secara Pro Bono
11 September 2026
Aktivis: Periksa Oknum Direksi Agrinas atau Bubarkan Satgas PKH!
10 September 2026
Vendor Security RS Awal Bros Dumai Diduga Tarik Uang Pelicin, Manajemen Sebut Sudah Berganti Vendor
30 Agustus 2026
Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sukses Gelar Berbagai Lomba
23 Agustus 2026
Sahabat Lingkungan Hidup Riau Jadi Mitra Strategis Menteri LHl
21 Agustus 2026
7 Warga Binaan Lapas Pekanbaru Langsung Bebas, 1.608 Dapat Remisi
17 Agustus 2026
PHRI Riau dan Polda Riau Minta Hotel dan Panitia Event Perkuat Manajemen Risiko
11 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dasawisma RT 03/08 Tobek Godang Sukses Gelar Berbagai Lomba
  • 2 Merayakan Kemerdekaan dengan Menjaga Kesehatan dari Balik Tembok Lapas Pekanbaru
  • 3 Menjembatani Dunia Akademik dan Pemasyarakatan, Lapas Pekanbaru Gandeng FISIP UNRI
  • 4 PT Praja Putra Wangsa Gelar Syukuran HUT ke-7, Beri Bantuan ke Panti Asuhan
  • 5 Peringatan HANI 2026, BNNK Pekanbaru Apresiasi Lapas Pekanbaru Komit Berantas Narkoba
  • 6 Kerjasama Lapas Pekanbaru dan Distankan, Warga Binaan Diajarkan Langsung Budidaya Ayam Petelur
  • 7 Momen Dirindukan, Kalapas Yuniarto Berdialog Dengan Warga Binaan

PT Raja Putra Media
Kecamatan Pekanbaru Kota, Pekanbaru, Riau – Indonesia , Phone. 081267820355
Email: redaksirajariau@gmail.com

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Rajariau.com